Kasasi Kejari Dikabulkan MA, Terdakwa Kasus Korupsi KJKS Segera Dieksekusi

11
Therry Gutama

Kasasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang terhadap perkara dugaan korupsi dana koperasi KJKS BMT Pagambiran Ampalu Nan XX dengan terdakwa Dona Sari Dewi dikabulkan Mahkamah Agung (MA).

Dalam petikan kasasi itu disebutkan bahwa MA mengabulkan permohonan kasasi Kejari Padang dan membatalkan putusan bebas murni yang dilakukan Majelis Hakim Tipikor PN Kelas IA Padang dengan nomor 2/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Pdg.

MA menjatuhkan putusan kepada Dona Sari Dewi dengan hukuman dua tahun enam bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara. Selain itu membayar uang pengganti sebesar Rp 270 juta.

Jika dalam satu bulan uang pengganti tidak dibayar, maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Padang yang menangani perkara dapat menyita harta terdakwa untuk dilelang. Jika harta terdakwa tidak cukup, maka dipidana penjara selama empat bulan.

“Alhamdulillah, MA mengabulkan memori kasasi yang kami ajukan. Ini membuktikan secara meyakinkan bahwa terdakwa memang bersalah atas kasus ini,” ucap Kasi Pidsus Kejari Padang Therry Gutama, Selasa (19/7).

Petikan keputusan kasasi itu telah diterima Kejari Padang, namun demikian, Kejari Padang saat ini masih menunggu salinan putusan secara resmi dari Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang.

“Setelah salinan putusan keluar dan kami terima, segera kita laksanakan eksekusi terhadap terdakwa,” ujar mantan Kasi Intel Kejari Dharmasraya ini.

Baca Juga:  Andre Rosiade Bantu Istri Penjual Roti Bakar yang Terkena Kanker Payudara

Terdakwa Dona Sari Dewi divonis bebas oleh Majelis Hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Padang Rinaldi Triandoko, Elisya Florence dan Hendri Joni pada 19 Agustus 2021 lalu.

Majelis Hakim berpendapat bahwa terdakwa Dona Sari Dewi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer, subsidair dan dakwaan lebih subsidair JPU Kejari Padang.

Menurut Therry, Kejari Padang mengajukan kasasi ke MA lantaran tidak puas atas putusan hakim. “Sehingga kami mengajukan permohonan kasasi dengan surat nomor 18/akta.Pid.Sus-TPK/2021/PN.Pdg,” sebut Therry.

Perkara ini adalah dugaan tindak pidana korupsi di KJKS Pagambiran Ampalu Nan XX. Disebutkan bahwa dugaan dana korupsi koperasi itu telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 300 juta.

Pasalnya uang koperasi yang telah digunakan tak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya. Dalam sidang tuntutan, terdakwa Dona Sari Dewi dituntut hukuman lima tahun penjara denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

Selain pidana penjara, mantan manajer di koperasi tersebut juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 300 juta. Dengan ketentuan bila tidak dibayar, diganti hukuman kurungan selama 2,5 tahun. (idr)