Peringatan Hari Pahlawan Bagindo Aziz Chan, Ini Kata Hendri Septa!

17
BANGKITKAN SEMANGAT: Wali Kota Padang Hendri Septa memberi penghormatan saat Upacara Peringatan Hari Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-75 di Lapangan Balaikota Padang, Selasa (19/7).(IST)

Semangat kepahlawanan dan perjuangan Bagindo Aziz Chan perlu terus dihayati, dilestarikan dan diamalkan dengan mengaktualisasikannya dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Bagindo Azis Chan mencontohkan kepeduliannya kepada keamanan masyarakat terhadap penjajah. Maka dari itu, setiap komponen masyarakat harus saling meningkatkan kepedulian terhadap ancaman moral generasi penerus bangsa.

Dengan cara merespons cepat permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat melalui gerakan yang positif dan kegiatan yang bermanfaat dan menyentuh kepada nilai nilai yang religius.

Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Hendri Septa saat menjadi pembina upacara pada Peringatan Hari Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-75 tahun di Lapangan Balaikota Padang, Selasa (19/7).

Menurut Hendri Septa, berbeda dengan dua tahun sebelumnya, dimana peringatan hari gugurnya pahlawan nasional Bagindo Aziz Chan kali ini diselenggarakan melalui upacara secara langsung di lapangan, mengingat statistik Covid-19 sudah lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan hal tersebut menjadi motivasi kita bersama untuk bangkit terutama pemulihan di sektor ekonomi. Maka tahun ini kita mengangkat tema “Dengan semangat perjuangan Bagindo Aziz Chan, kita tingkatkan pemulihan ekonomi kota padang kearah yang lebih baik,” sebut Hendri Septa.

Wako menceritakan, 19 Juli menjadi tanggal bersejarah yang tidak bisa lupakan khususnya bagi warga Kota Padang. Hal itu karena pada tanggal tersebut, 75 tahun yang lalu telah terjadi peristiwa heroik yaitu gugurnya Wali Kota Padang ke-2 Bagindo Aziz Chan yang ditembak oleh serdadu Belanda.

Lebih lanjut dikatakan, semasa hidupnya Bagindo Aziz Chan berjuang mulai dari mahasiswa sampai ditunjuk menjadi Wali Kota Padang (15 Agustus 1946 sampai 19 Juli 1947).

Ia adalah pamong masyarakat Kota Padang yang tidak kenal lelah, pemberani dan dekat dengan masyarakat serta pantang menyerah demi mempertahankan kehormatan bangsa dan negara dengan semboyan “Langkahi mayat saya dahulu baru Belanda dapat memperluas wilayah operasinya”.

Maka sebagai ucapan terima kasih atas jasa perjuangan dan pengorbanan Bagindo Aziz Chan, Wako Hendri Septa mengajak semua komponen masyarakat untuk senantiasa memantapkan komitmen moral, menyatukan tekad dan langkah guna mewujudkan cita-cita perjuangan Bagindo Aziz Chan.

Baca Juga:  353 Tahun Kota Padang, Saatnya Beralih ke Bus Massal

Dengan bekerja keras, ulet, jujur serta penuh pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara yang dilandasi semangat kepahlawanan dan perjuangan, sehingga semakin memperkokoh simpul-simpul persatuan dan kesatuan masyarakat Kota Padang.

“Semoga nilai patriotisme yang dimiliki oleh Bagindo Aziz Chan dalam memperjuangkan Kota Padang dapat kita terapkan, sehingga apa yang dicita-citakan Bagindo Aziz Chan dapat tercapai dan terwujud,” harap wako.

Pada kesempatan itu, Pemko Padang memberikan penghargaan kepada pilar-pilar sosial terbaik Kota Padang beserta pembinanya tahun 2022. Dimana untuk Karang Taruna juara 1 diraih Karang Taruna Fajar Menyingsing (Kelurahan Balaigadang), juara 2 Karang Taruna Batu Badoro (Kelurahan Tabing Bandagadang) dan juara 3 Karang Taruna Rawang Sakato (Kelurahan Rawang).

Sedangkan untuk organisasi sosial, juara 1 diraih Yayasan Anak Sholeh (Kecamatan Kototangah) dan juara 2 Panti Asuhan Aisyiyah Nanggalo (Kecamatan Nanggalo).
Untuk TKSK, juara 1 diraih Yuniarti (Kecamatan Lubeg), Syafrizal (Kecamatan Padang Timur) dan juara 3 Ramadhanis Putri (Kecamatan Bungtekab).

Untuk PSM, juara 1 diraih Robby Afriandes (Kelurahan Belakangtangsi), juara 2 Gusniati (Kelurahan Kuranji) dan juara 3 Ratna Sari (Kelurahan Lubeg). Pemko juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pembina terbaik pilar-pilar sosial yakni Camat Kototangah, Camat Lubeg dan Camat Padang Barat.

Tak hanya itu, Pemko memberikan bantuan alat pertanian untuk mendukung peningkatan produksi pertanian Kota Padang kepada 8 kelompok tani. Serta juga menyerahkan administrasi kependudukan berupa KK dan e-KTP bagi disabilitas dan penyerahan alat bantu dengar dan kursi roda bagi disabilitas fisik.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Bagindo Aziz Chan di Tmp Kusuma Bhakti Gulai Bancah, Bukittinggi. Dan pada sore harinya dilakukan acara mengenang gugurnya Bagindo Aziz Chan yang dipandu Komunitas Komik Juang di Museum Bagindo Aziz Chan. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi di Kota Padang.

Upacara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Sekko Padang Andree Algamar, para asisten dan kepala OPD dan ASN di lingkup Pemko Padang. Perwakilan ormas dan kepemudaan, keluarga besar almarhum Bagindo Aziz Chan, para tokoh pejuang veteran kemerdekaan RI di Kota Padang. (eri)