Rumah Nelayan-RSUD Rasidin Penuh

36
ilustrasi. (net)

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Padang terus bertambah. Kondisi itu membuat sejumlah tempat karantina dan rumah sakit khusus penanganan pasien Covid-19 penuh.
Salah satunya tempat karantina di Rumah Nelayan Lubukbuaya, Kecamatan Kototangah dan RSUD Rasidin Padang.

”Kasus positif Covid-19 di Kota Padang terus bertambah, sehingga tempat karantina di rumah nelayan penuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Padang Ferimulyani Hamid, Senin (19/10).

Kini tempat karantina di rumah nelayan telah diisi oleh 150 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19. “Kapasitasnya memang segitu, kalau ditambah lagi maka akan padat sekali,” imbuhnya.

Ferimulyani menyampaikan, karena tempat karantina di rumah nelayan penuh maka para pasien positif Covid-19 akan diarahkan untuk menjalani karantina di tempat karantina lain.
”Provinsi akan membuka tempat karantina tambahan. Salah satunya di asrama haji dan mungkin ada yang tempat lain yang akan diaktifkan.

Nah, di sana nantinya para pasien Covid-19 akan menjalani karantina,” jelas Ferimulyani.
Kondisi yang sama juga terlihat di RSUD Rasidin Padang. Kapasitas ruangan perawatan pasien positif Covid-19 juga penuh. Kondisi tersebut membuat sejumlah pasien positif Covid-19 yang memiliki gejala disarankan untuk ke rumah sakit lain di Kota Padang.

“Sudah beberapa hari terakhir ini kapasitas ruangan perawatan kami sudah penuh oleh pasien positif Covid-19. Pasien-pasien positif yang dirawat di sini adalah pasien yang memiliki gejala,” jelas Direktur Utama (Dirut) RSUD Rasidin Padang, dr. Herlin Sridiani kepada Padang Ekspres, Senin (19/10).

Dia mengatakan, kapasitas ruangan perawatan untuk pasien positif Covid-19 di RSUD Rasidin Padang berjumlah sebanyak 76 ruangan, dimana seluruh ruangan itu telah terisi penuh dengan pasien positif Covid-19 yang memiliki gejala.

Baca Juga:  Berkas Kasus Dugaan Korupsi KONI Dilimpahkan ke JPU

Dia menambahkan, penuhnya kapasitas ruangan di RSUD Rasidin, sebenarnya telah terjadi sejak lama karena setiap pasien positif yang sembuh, maka akan ada lagi pasien positif dan dirawat di RSUD.

Untuk saat ini, pasien positif Covid-19 disarankan pergi ke rumah sakit lain di Kota Padang yang masih memiliki ruangan perawatan khusus pasien positif Covid-19. “Sementara pasien yang tidak memiliki gejala, bisa melakukan isolasi di tempat karantina yang disediakan oleh Pemprov Sumbar dan juga Pemko Padang,” jelasnya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjaga imun tubuh. Sehingga diharapkan kasus positif Covid-19 di Kota Padang bisa kembali melandai dan segera cepat berakhir.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian kita semua, bagaimana kita selalu dapat melaksanakan protokol kesehatan,” harapnya. Dia mengatakan, kasus Covid-19 sempat melandai pada bulan Juni lalu. Dimana pada bulan tersebut jumlah pasien yang dirawat mengalami penurunan.

“Sebelum Hari Raya Idul Adha ada 10 pasien yang dirawat. Pada bulan sebelumnya, pasien yang dirawat bisa mencapai 70 sehari,” tuturnya. Namun setelah itu mulai awal Agustus pasien Covid-19 terus meningkat hingga saat ini. “Dalam sehari itu pasiennya bisa mencapai 120-an. Sangat signifikan peningkatannya,” ucapnya. Melihat kondisi itu, dia berharap masyarakat dapat disiplin sehingga mata rantai penularan Covid-19 bisa secepatnya diputus. (i/a/eri)