Bawang Merah Tembus Rp 44 Ribu Sekilo

Salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Raya Padang menata dagangannya. (Randi - Padek)

Sepekan ini harga bawang merah mengalami kenaikan cukup signifikan di pasaran. Pemicunya panen bawang di daerah pemasok sedikit sementara permintaan tinggi.

Sejumlah pedagang bahan pokok di Pasar Raya Padang, kemarin (20/4) mengatakan, kenaikan tersebut terjadi kurang lebih sepekan belakangan karena pasokan ke pasaran berkurang.

Pemilik Kios Anton Bur Blok II Pasar Raya Padang, Tinton Burhan, 37, mengatakan, saat ini harga bawang merah naik tajam Rp 44 ribu per kilogram dari biasanya Rp 34 ribu per kilogram.

“Kenaikan bawang merah tersebut sudah hampir sepekan belakangan. Naiknya sampai Rp 10 ribu per kilogram lantaran pasokan dari petani sedikit,” kata Tinton Burhan.

Ia menambahkan, permintaan dari luar daerah Sumbar seperti Riau, Palembang dan Lampung juga tinggi. “Biasanya kalau untuk stok bawang merah sendiri datang ke kios dalam seminggu itu mencapai 1 ton. Sekarang ini hanya sekitar 200 kilogram,” terangnya.

Kendati begitu, tidak tertutup kemungkinan harga bawang merah bisa saja turun sewaktu-waktu. “Harganya masih berfluktuatif, bisa naik dan bisa turun. Tergantung pasokan yang masuk, jika pasokan berkurang, harga bawang merah akan naik, begitu juga sebaliknya,” ungkap Tinton.

Selain harga bawang merah, harga bumbu dapur lainnya juga mengalami kenaikan, seperti cabai merah Jawa yang biasanya Rp 20 ribu per kilogram, sekarang Rp 24 ribu per kilogram. Begitupun cabai merah lokal biasanya Rp 16 ribu per kilogram kini Rp 26 ribu per kilogram.

“Untuk harga cabai hijau masih stabil diangka Rp 14 ribu per kilogram dan cabai rawit Rp 20 ribu per kilogram, kentang Rp 10 ribu per kilogram dan bawang putih sedikit terjadi penurunan Rp 28 ribu per kilogram dari biasanya Rp 32 ribu per kilogram,” paparnya.

Ia berharap harga bawang merah turun dan kembali seperti biasanya supaya pembeli tidak mengeluhkan lagi harga bawang naik signifikan.

“Kalau untuk jual beli di pasaran sekarang lancar. Pasalnya, warga saat ini menyediakan kebutuhan bahan pokok buat stok ketersediaan bulan puasa. Sejauh ini stok masih aman di kios,” tukasnya. (r)