Di Masa Pandemi, Marjose Budidayakan Ayam Hias Ga Tre Tan Chau

22

Di masa pandemi Covid-19 yang sedang mewabah, mengharuskan warga untuk lebih sering beraktifitas di rumah. Hal ini tidak menjadi masalah bagi Marjose Eferiandi alias Jose, pemuda asal Gang Pusara RT 02/04 No 11 Parak Laweh, Lubeg, Padang, yang merupakan owner dari Oom Farm.

Jose menyibukkan dirinya dengan menyalurkan hobi budidaya ayam hias Ga Tre Tan Chau. Ketertarikannya dengan ayam hias Ga Tre Tan Chau karena di Kota Padang masih sangat jarang diternakkan.

Sebenarnya hobi mengoleksi ayam hias ia lakoni sekitar 7 tahun lalu atau sejak tahun 2013, bermula dari ayam Kate. Seiring berjalannya waktu ia juga memelihara berbagai macam ayam hias, mulai dari ayam poland, batik, pelung ketawa, serama, kalkun, bantam Cochin, Serama, Brahma, onagadori Phoenix, dan juga ayam lokal seperti AKB SGB ARB dan taduang.

“Semua sudah saya coba memelihara, tapi entah kenapa saya paling tertarik sama ayam Ga Tre Tan Chau ini. Saya melihat ada keindahan tersendiri dan melihat ada peluang yang lumayan,” ujar Jose, Selasa (10/4/2021).

Jose paling senang ketika melihat ayam Ga Tre Tan Chau ini berjalan. Unik. Dan semakin tua ayam ini semakin indah dipandang, semakin lebat dan panjang bulunya.

Permintaan terhadap Ga Tre Tan Chau lumayan banyak. “Belum menetas sudah ada yang inden, karena ayam ini masih baru masuk ke Indonesia, harganya cukup lumayan mulai dari Rp2 juta sepasang sampai Rp6 jutaan, tergantung penampilan dan warnanya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Andre Rosiade Salurkan Sembako di Kampung Kalawi Kuranji

Pesanan datang dari Pekanbaru, Medan Palembang, Jambi, dan Sumbar. Ga Tre Tan Chau yang paling mahal yang warna hitam campur biru dan abu-abu. Harganya bisa 3 kali lipat harga warna lain. Di Indonesia, warna itu sangat langka.

“Alhamdulillah selama pandemi, saya posting ayam di sosial media pasti langsung rebutan untuk beli, ada juga yang langsung telepon saya, tapi untuk sementara saya jual anakan ayam saja,” jelasnya.

Dari literatur yang ditemukan, Ayam Ga Tre Tan Chau berasal dari Tan Chau Vietnam. Konon bukan ras asli melainkan silangan Ayam Chabo dari Jepang (ayam kate black tail) dengan Ayam domestik di Tan Chau.

Jika dilihat sekilas ayam ini mirip dengan ayam Ohiki dari Jepang. Memiliki kaki yang pendek (ceper) dengan bulu rawis dan ekor yang panjang. Namun panjang ekor ayam Ga Tre Tan Chau tidak sepanjang ayam onagadori atau phoenix.

Memiliki jengger sumpel (pea comb) tidak seperti kebanyakan ayam ekor panjang lainnya. Mungkin inilah salah satu ciri khas ga tre tan chau yang banyak disenangi pecinta ayam hias. Kalau ditelusuri, rata-rata ayam bantam dengan ekor panjang memiliki jengger wilah. (firman)

Previous articleFahira Idris Yakin Polri Mampu Tangkap Jozeph Paul Zhang
Next articleJamin Kerahasiaan Soal Seleksi CASN