Tak Ditemukan Daging Kurban Berpenyakit

6
MEMOTONG DAGING: Panitia kurban Masjid Nurul Hikmah memotong daging kurban di shelter Airtawar Timur, kemarin (20/7).(RANDI/PADEK)

Dinas Pertanian (Distan) Kota Padang tidak menemukan adanya daging sapi kurban yang memiliki penyakit ataupun cacing selama proses penyembelihan dan pemotongan hewan kurban di masjid dan mushala di Kota Padang.

“Alhamdulillah, sejauh ini dari hasil laporan petugas di lapangan, tidak ada ditemukan daging sapi kurban yang bermasalah ataupun ditemukan cacing dan tanda-tanda penyakit,” kata Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Distan Kota Padang, drh. Sofia Hariyani kepada Padang Ekspres, kemarin (20/7).

Sofia mengatakan, petugas yang terdiri dari 62 orang tersebut ditugaskan dan disiagakan di masjid dan musala di 11 kecamatan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat.

“Jadi 2 orang itu bertanggungjawab terhadap 2 kelurahan. Tujuannya adalah untuk memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat aman dan sehat sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.


Ia menambahkan, hal yang dilakukan petugas Keswan dan Kesmavet di lapangan diantaranya melihat proses penyembelihan apakah sesuai dengan syariat dan aturan yang benar. Kemudian, setelah disembelih, daging kurban itu kemudian diperiksa.

Pemeriksaan daging kurban tersebut diawali dengan melihat apakah ada infeksi pada bagian daging sapi seperti bagian hati, limpa, jantung, paru-paru, dan ginjal. Bagian daging dibelah atau disayat dengan pisau untuk melihat lebih detail.

“Jadi daging itu dibelah atau diiris. Daging yang ada cacingnya itu akan kelihatan dengan sendirinya. Kondisi itu ditandai dengan bagian daging itu mengeras dan berwarna kekuningan,” ungkapnya.

Selain itu Sofia menyebutkan, kondisi daging kurban yang tidak sehat bisa dilihat dari bagian daging yang mengapur dan berlendir. Kondisi itu menandakan bahwasanya bagian daging sudah rusak dan tidak bisa dikonsumsi.

“Daging kurban yang rusak itu biasanya disisihkan dan dimusnahkan agar tidak dibagikan kepada masyarakat karena daging yang rusak tersebut tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Sofia.

Lebih lanjut dijelaskan, pengawasan dan pemantauan di masjid dan musala masih berlanjut sampai hari Rabu (hari ini) karena sebagian masjid dan musala baru akan melaksanakan proses penyembelihan pada hari tersebut.

“Untuk hari pertama ini, alhamdulillah tidak ditemukan adanya penyakit atau cacing pada daging kurban di sejumlah masjid dan musala. Namun, kami tetap melaksanakan pengawasan sampai penyembelihan selesai,” katanya.

Sementara itu, Sovia mengatakan, pihaknya belum bisa menghitung berapa jumlah pasti hewan kurban yang disembelih tahun ini di Kota Padang. “Angka itu baru bisa diketahui jika seluruh masjid dan musala telah selesai melakukan proses penyembelihan hewan kurban. Jadi kami tunggu sampai besok (hari ini),” tukasnya.

Baca Juga:  Andre Rosiade dan Gerindra Bantu Biaya Berobat Istri Tukang Bangunan

Berjalan Lancar

Sementara itu, prosesi penyembelihan hewan kurban di beberapa masjid dan mushala di Kota Padang berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Pantauan Padang Ekspres, Selasa (20/7) di Masjid Raya Al-Azhar UNP dan Masjid Nurul Hikmah terlihat panitia dan warga bekerja kompak pada penyembelihan hewan kurban dan pemotongan daging kurban.

Pengurus Masjid Raya Al-Azhar UNP, Heriadi Khatib Sutan menyebutkan tahun ini hewan kurban berjumlah 6 ekor sapi. “Alhamdulillah, beratnya di atas 90 kilogram semua,” ungkapnya.

Ia menjelaskan dibandingkan tahun lalu jumlah hewan kurban di Masjid Raya Al-Azhar UNP terjadi penurunan karena dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. “Kalau tahun lalu jumlahnya tujuh ekor sapi. Mungkin karena pandemi Covid-19 dan lebih banyak masyarakat berkurban di kampung,” bebernya.

Heriadi menyampaikan selama pelaksanaan pemotongan hewan kurban tidak ada ditemukan kendala dan kejanggalan yang terjadi. Sebab hewan tersebut telah melalui proses pemeriksaan sehingga dipastikan aman dan layak dikonsumsi.

“Sebelum pelaksanaan pemotongan, hewan kurban sudah dicek kondisinya oleh Dinas Pertanian Kota Padang. Insya Allah tidak ada kendala dan kejanggalan sejauh ini,” tegasnya.

Menurutnya, ada sekitar 520 kupon kurban yang ditebar kepada masyarakat sekitar lokasi Masjid Raya Al-Azhar UNP. “Tak hanya masyarakat sekitar saja, kita juga berikan daging kurban ke panti asuhan dan mustahik (orang yang berhak menerima) di sepanjang tepi pantai,” sebutnya.

Selain itu, pengurus Masjid Raya Al-Azhar UNP tidak melaksanakan Shalat Idul Adha karena mempertimbangkan masyarakat agar terhindar dari Covid-19.

“Kita sudah berembuk dengan wali kota dan juga Rektor UNP, karena jika diadakan jamaah akan hadir ribuan. Jadi susah untuk mengatur jarak dan sebagainya, makanya kita tiadakan saja Shalat Idul Adha,” ujarnya.

Hal yang sama juga terlihat di Masjid Nurul Hikmah Kelurahan Airtawar Timur, Kecamatan Padang Utara. Wakil Pengurus Masjid Nurul Hikmah, Akmal mengatakan jumlah hewan kurban yang disembelih sebanyak 17 ekor sapi. Penyembelihan hewan kurban dilakukan di halaman shelter (tempat evakuasi tsunami) di Airtawar Timur.

“Tahun ini bertambah 1 ekor, sementara tahun lalu jumlahnya 16 ekor sapi,” tutur Akmal yang juga ketua kurban masjid tersebut.

Di samping itu, ia menyebut dalam penyembelihan hewan kurban dan pemotongan daging kurban, tidak ditemukan kendala dan kejanggalan sedikitpun di lapangan.

Sementara itu, untuk pelaksanaan Shalat Idul Adha mengacu pada SE Wali Kota tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19. Dimana pelaksanaan Shalat Idul Adha dilakukan dengan ketentuan prokes yang ketat. (adt/ran)