Program Baru, Kini BPJAMSOSTEK Ada Jaminan Kehilangan Pekerjaan

27

Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Sumbar-Riau Eko Yuyulianda.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menambah satu program pelayanan untuk peserta yaitu Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Penambahan program ini setelah keluarnya UU Cipta Kerja. Bagi perusahaan yang telah taat atau patuh mengikuti seluruh program BPJAMSOSTEK, selanjutnya akan mendapat Program JKP ini.

“Program JKP ini diberikan kepada perusahaan yang sudah patuh dalam hal mendaftarkan seluruh pekerjanya, maupun mendapatkan seluruh program BPJAMSOSTEK,” ujar Eko Yuyulianda, Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Sumbar-Riau, saat Media Gathering di Padang, Minggu hingga Selasa (19-21/12).

Kegiatan ini melibatkan 19 perwakilan media di Sumbar, Riau, Kepri dan diikuti seluruh Kepala Kantor Cabang di Jajaran BPJAMSOSTEK Kanwil Sumbar-Riau.

Dengan penambahan Program JKP, lanjut Eko, BPJAMSOSTEK mempunyai lima program jaminan sosial ketenagakerjaan. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Di sisi lain dalam hal pembayaran klaim jaminan, BPJAMSOSTEK Wilayah Sumbar-Riau telah membayarkan jaminan sebanyak 224.533 kasus dengan total senilai Rp 2,987 triliun per 17 Desember 2021.

Baca Juga:  Bangun Workshop Alat Berat, BPVP Padang Gelar FGD Pertambangan

“Pembayaran jaminan terbanyak adalah Program JHT dengan total nilai Rp 2,648 triliun dengan jumlah 200.575 Kasus,” tutur Eko.

Lebih lanjut Eko menyebut, dalam hal kepesertaan, dengan terbitnya Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program jaminan Sosial Ketenagakerjaan, BPJAMSOSTEK akan berupaya meningkatkan kepesertaan.

“Terutama kepesertaan untuk pegawai kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, termasuk dapat lebih optimal untuk kepesertaan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri,” ujar Eko. (rel)