8 Bangunan Liar Dibongkar, Camat Heriza: Bakal Dibangun Taman Kota

18
DIBONGKAR: Personel Satpol PP Kota Padang membongkar bangunan liar di Jalan Bypass Pampangan, Lubeg, kemarin.(IST)

Sebanyak delapan bangunan liar di Jalan Bypass, Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung (Lubeg) dibongkar personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang dan tim gabungan, kemarin (21/2). Bangunan liar tersebut berdiri di atas fasilitas umum (fasum).

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, sebelum dilakukan pembongkaran, mereka telah diberikan surat pemberitahuan 1,2 dan 3 agar membongkar sendiri bangunan liar tersebut. Namun mereka mengindahkannya sehingga terpaksa petugas gabungan yang melakukannya.

Camat Lubeg, Heriza Syafani kepada wartawan mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan koordinasi dengan para warga di sepanjang Jalan Bypass Pampangan tersebut agar tidak menggunakan fasum untuk bangunan. Bahkan setelah diberikan surat pemberitahuan ketiga mereka tetap tidak mengindahkan.

Bangunan liar tersebut telah melanggar aturan tentang pemanfaatan fasum. Selain itu, rencananya di tempat bangunan liar berdiri tersebut akan dijadikan taman bunga.

“Jadi setelah pembongkaran, lokasi ini akan dijadikan taman kota untuk mempercantik Jalan Bypass. Selain itu juga akan ditempatkan bak sampah atau kontainer Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” jelasnya.

Baca Juga:  Ditemukan Kartu Identitas di Sekitar TKP, Pascapenemuan Tengkorak Manusia

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kota Padang, Edrian Edwar mengatakan, dalam kegiatan pembongkaran tersebut, pihaknya mengerahkan sebanyak 90 personel dan dibantu oleh tim gabungan dari unsur Polri dan TNI.

Pemilik bangunan yakni para PKL tersebut dengan jelas telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang No 11 Tahun 2005 tentang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum (Trantibum) sehingga harus dilakukan penindakan.

“Sebelumnya telah dilakukan tindakan persuasif dengan menyurati mereka, namun karena tidak juga dibongkar sendiri, maka terpaksa kami yang bongkar dan tertibkan,” ujarnya.

Edrian menyebutkan, penertiban dan pembongkaran sudah dilakukan sesuai Peraturan Wali Kota (Perwako) No 23 tahun 2019 tentang petunjuk pelaksanaan Perda Kota Padang No 11 tahun 2005 tentang Trantibum.

“Selanjutnya kami terus mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga fasum yang ada di Kota Padang dengan cara memanfaatkannya sesuai dengan fungsi fasum itu sendiri,” tukasnya. (adt)