Kasus Pembunuhan di Kuranji Segera Disidang

67
SEGERA DISIDANG: Proses penyerahan tersangka dan barang bukti kasus perampokan berujung pembunuhan di Kuranji, Senin (21/2).(IST)

Penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua kasus perampokan berujung pembunuhan di Kuranji diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang dari penyidik Polresta Padang, Senin (21/2).

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, proses penyerahan tersangka dan barang bukti berlangsung mulai pukul 10.00 dan selesai sekitar pukul 12.00.

Setelah itu, ketiga tersangka yakni Eni Natalia, 23, selaku pembantu, dan Robi Fernandes, 23, selaku Satpam, Rusmanila, 42, tante dari pelaku Eni Natalia yang berperan mencari eksekutor perampokan resmi menjadi tahanan jaksa.

Namun ketiga tersangka tetap dititipkan di sel tahanan Polresta Padang sampai pihak pengadilan mengeluarkan jadwal persidangan.

“Iya, ketiga tersangka dan barang bukti pembunuhan di Kuranji sudah kami terima tadi (kemarin, red) dari penyidik Polresta Padang,” ungka Kasi Pidana Umum Kejari Padang Budi Sastera kepada Padang Ekspres, kemarin.

Budi menjelaskan, penyerahan tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan yang sempat menghebohkan publik itu setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21, Jumat (18/2).

“Ketiga tersangka diproses dalam tiga berkas terpisah atau splitsing. Masing-masing tersangka satu berkas lantaran perannya berbeda-beda. Jadi dijadikan tiga berkas,” ungkap Budi.

Untuk tersangka Eni Natalia selaku pembantu berperan sebagai perencana, Robi Fernandes selaku Satpam berperan membantu, sementara Rusmanila berperan mencari eksekutor perampokan.

“Ketiga tersangka tetap dijerat dengan pasal yang sama. Pasal 365. Ada dua jaksa yang menangani kasus ini, Silvia dan Renol. Kami sekarang sudah mulai susun dakwaan. Kalau sudah selesai segera dilimpah ke pengadilan agar segera disidang,” tutup Budi.

Baca Juga:  Warga Pasie Nantigo Temukan Tengkorak Manusia

Seperti diketahui, kasus perampokan dan pembunuhan yang sempat menghebohkan publik ini terjadi Sabtu malam (23/10) tahun lalu. Pemilik rumah yakni Yuni Nelti tewas dalam aksi pencurian tersebut. Sementara suaminya Kusdiantara mengalami patah tulang.

Ketiga eksekutor yang melakukan perampokan dan pembunuhan berinisial M, 28, RH, 47, dan D, 41, warga Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang kini masih berstatus buron.

Ketiga tersangka eksekutor melakukan perampokan berawal dari kekesalan otak pelaku tersangka Eni Natalia, 23, selaku pembantu pada korban Yuni Nelti, majikannya yang sering berkata kasar.

Pada saat Lebaran, tersangka Eni Natalia pulang ke kampung halaman di Sumsel. Lalu menceritakan kekesalan dan meminta tantenya, tersangka Rusmanila mencarikan orang untuk merampok harta YN.

Tersangka Rusmanila lalu mencarikan tiga orang spesialis perampokan Sumatera Selatan akan berperan sebagai eksekutor perampokan yang diketahui berinisial tersangka RH, M, dan D.

Aksi perampokan lalu dibantu Robi Fernandes yang bekerja sebagai Satpam di rumah tersebut. Tersangka eksekutor lalu berhasil merampok dan membawa kabur mobil dan barang berharga milik korban. Hasil perampokan rencananya akan dibagi rata kepada seluruh tersangka yang terlibat. (idr)