Penumpang Kendaraan Dibatasi 50 Persen, Pemko Dirikan 22 Titik Check Point

Seorang penumpang sedang membayar ongkos angkot. Mulai hari ini, penumpang angkot dibatasi 50 persen. (IST)

Hari ini Pemko Padang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19) memutus rantai penularan virus Covid-19 tersebut.

PSBB diterapkan di Kota Padang karena jumlah penularan Covid-19 di Kota Padang tidak hanya berasal dari klaster luar Padang, tapi juga transmisi lokal.

Untuk mendukung kelancaran PSBB, Pemko Padang mendirikan 22 titik check point (pemeriksaan) di Kota Padang. Ke-22 posko check point tersebut tersebar di sejumlah pintu masuk dan titik-titik strategis di Kota Padang.

Yakni 4 titik di perbatasan Kota Padang, 11 titik di masing-masing kecamatan dan 7 titik di pusat kota.

Di titik check point tersebut Pemko Padang melibatkan seluruh personel mulai dari BPBD, Satpol PP, polisi/TNI, Dishub, petugas kesehatan, PMI, kelompok siaga bencana dan pihak-pihak terkait lainnya.

Mahyeldi berharap masyarakat dapat mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan dalam PSBB ini. Agar upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bisa berjalan optimal.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Dian Fakri mengatakan, penerapan PSBB di Kota Padang berdampak terhadap moda transportasi umum di Kota Padang.

Sesuai dengan peraturan yang terdapat di dalam pelaksanaan PSBB, seluruh moda transportasi darat harus mengurangi jumlah penumpang mereka mencapai 50 persen.

“Mulai hari ini pukul 07.00, Pemko Padang memulai pelaksanaan PSBB. Dengan adanya PSBB ini, maka untuk moda transportasi umum akan dibatasi jumlah penumpangnya sebanyak 50 persen,” jelasnya.

Dian menjelaskan, contoh penerapan 50 persen penumpang transportasi umum di Kota Padang seperti bus Trans Padang yang biasanya jumlah maksimal 20 penumpang duduk dan 20 penumpang berdiri, maka dalam PSBB, jumlah penumpang bus Trans Padang menjadi 10 orang duduk, dan 4 berdiri.

Kemudian, untuk angkutan kota yang jumlah maksimalnya sekitar 12 penumpang, maka akan dikurangi menjadi enam penumpang saja. Lebih lanjut Dian menyampaikan, tidak hanya pembatasan jumlah penumpang angkutan umum, tapi dalam PSBB juga akan dibatasi jumlah penumpang dalam kendaraan bermotor pribadi.

Untuk mobil pribadi yang memiliki dua baris kursi, maka jumlah orang yang berada di dalam mobil tersebut hanya diperbolehkan sebanyak tiga orang saja terdiri dari satu pengemudi, dan dua orang penumpang di belakang pengemudi.

Kemudian, mobil yang memiliki empat baris tempat duduk, maka hanya diperbolehkan sebanyak 4 orang saja yang terdiri dari satu orang di depan, dua orang di baris kedua, dan satu orang di baris ketiga.

Untuk sepeda motor pribadi, hanya diperbolehkan dua orang saja yang meliputi satu keluarga atau saudara yang berasal dari satu daerah dan tempat tinggal, dan ojol tidak boleh membawa penumpang.

Untuk mengawasi penerapan PSBB di Kota Padang, telah didirikan 22 titik check point. Di titik check point ini setiap orang yang masuk ke Kota Padang akan diperiksa kondisi kesehatan mereka berupa pemeriksaan suhu tubuh dan mendata riwayat perjalanan penumpang tersebut.

“Jika ditemukan penumpang tidak memakai masker, maka penumpang itu tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Kota Padang, dan harus membeli masker,” tegasnya.

Dian mengatakan, titik check point di Kota Padang bisa dipindah sewaktu-waktu jika hasil evaluasi kurang efektif dalam membatasi pergerakan orang dan kendaraan.

Menanggapi kebijakan PSBB tersebut, salah seorang sopir angkot di Kota Padang, Gustian, 58, mengatakan, secara umum dirinya setuju dengan pembatasan penumpang sampai 50 persen.

“Ya tidak apa-apa hanya boleh setengah penumpang. Kita turuti saja apa yang diputuskan oleh pemerintah. Kita sopir angkot hanya bisa bersabar saja,” jelasnya.

Gustian mengungkapkan, sejak pandemi virus Covid-19 di Kota Padang, pendapatan menjadi sopir angkot berkurang mencapai 75 persen. “Mana ada lagi orang berani naik angkot, takut semua dengan Covid-19,” ungkapnya.

Dia berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga bisa beraktivitas dan bekerja seperti sedia kala. (*)