Razia Kamar WBP, Ini yang Ditemukan di Lapas Perempuan Padang 

57

Sejumlah alat yang dilarang dimiliki WBP disita petugas dari sejumlah kamar hunian Lapas Perempuan Kelas IIB Anak Aia, Padang.

Beberapa barang seperti batu, gunting, jepit kuku, paku, kartu, sendok, garpu, serta vibrator ditemukan petugas Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Padang saat melakukan razia di sejumlah kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di rumah tahanan perempuan Anak Aia Padang.

Satu per satu, WBP perempuan diperiksa dari ruangan yang diisi 20-23 tahanan ini. Mereka yang awalnya tidur saling berhimpitan, terpaksa keluar dari ruangan untuk diperiksa.

Razia gabungan yang melibatkan Babinsa Koramil Koto Tangah ini dipimpin oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas II B Padang Widiarti. Alhasil, selain pemeriksaan pada tubuh, juga dilakukan penggeledahan Kamar Hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilaksanakan pada Kamis malam (21/4).

Widiarti menjelaskan, razia ini dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-58. “Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-58, kita melakukan razia serentak yang dilakuan di seluruh Indonesia. Kita memilih melaksanakan razia ini malam hari” ucapnya. Kamis (21/4)

Widiarti menjelaskan juga, razia ini rutin dilakukan setiap minggu, dalam rangka deteksi dini serta upaya pencegahan pelanggaran keamanan dan ketertiban agar Lapas dapat mewujudkan Zero Halinar (Handphone, Pungli dan Narkoba).

Baca Juga:  Pemberkasan Kasus Dugaan Pemukulan Anggota Brimob Dikebut

“Razia ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tanggal 11 April 2022 Nomor: PAS-5-UM.01.01-50 tentang Bersih-Bersih di Lingkungan Satuan Kerja Pemasyarakatan,” tambahnya.

Saat disinggung, kenapa barang-barang yang diduga bisa berbahaya di dalam lapas kenapa bisa masuk, Widiarti menegaskan barang-barang tersebut masuk sekalian dengan barang lain ke dalam lapas.

“Barang-barang tersebut berukuran kecil. Kadang bisa masuk. Oleh karena itu, dengan rutinitas razia ini, kita berusaha meminimalisir masuknya barang-barang yang berpotensi membahayakan itu,” tambahnya.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Lembaga permasyarakatan Perempuan Kelas II B Padang, Reni Panggabean menambahkan, razia ini rutin dilakukan setiap minggu. Selain itu, lapas memastikan tidak ada WBP yang memiliki alat komunikasi.

“Untuk alat komunikasi, kami menyediakan fasilitas komunikasi video call yang bisa dimanfaatkan oleh WBP untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Waktu yang bisa dipakai untuk video call adalah dari jam 09.00 hingga sore hari” tambahnya. (*)