Warga Diminta Vaksin Booster Sebelum Mudik

9
Ilustrasi vaksinasi booster.(DESMOND FOO/ST)

Vaksinasi booster menjadi syarat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk segera melaksanakan vaksinasi booster agar nyaman saat mudik.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Melinda Wilma kepada Padang Ekspres, Kamis (21/4) mengatakan, untuk pemudik yang sedang dalam perjalanan memang tidak dibenarkan untuk divaksin.

“Iya, bagi pemudik yang berkendara jauh, misalnya Padang ke luar kota atau sebaliknya, itu tidak diperbolehkan divaksin, karena itu akan berbahaya bagi pengemudi,” ujarnya.

Ia menegaskan bukan berarti untuk para pemudik diperbolehkan tidak vaksin, hal ini hanya berlaku untuk pemudik yang sedang dalam perjalanan saja. Lain dari itu diwajibkan vaksin jauh sebelum keberangkatan mudik. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama di perjalanan nanti.

“Kalau nanti terjadi apa-apa dengan pemudik bagaiamana? Siapa yang akan bertanggungjawab? Artinya yang dimaksudkan adalah tidak diizinkan vaksin ketika sudah dalam perjalanan jauh,” tegasnya.

Hal ini dikarenakan vaksinasi akan menimbulkan kejadian ikut pasca-imunisasi (KIPI) sehingga akan berdampak pada perjalanan mudik penerima vaksin.

Baca Juga:  6 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Sekko

Sementara, untuk warga Kota Padang tetap diharuskan menerima vaksin, baik vaksin dosis 1 dan 2 maupun booster. Jika pun ada masyarakat di Padang yang ingin mudik jauh akan ditegaskan untuk vaksin dijauh hari.

“Tentunya kita mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Padang untuk tetap melaksanakan vaksin sebagaimana mestinya, karena yang dilarang hanya untuk orang sedang dalam perjalanan jauh saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Melinda menyebutkan posko-posko pengamanan Lebaran tidak dibenarkan untuk mengadakan vaksin, hal ini dikarenakan vaksin hanya disediakan di sarana kesehatan dan Puskesmas.

“Di setiap posko pengamanan Lebaran itu tidak diperbolehkan adanya vaksinasi, karena kalau nantinya ada kedapatan alergi pascavaksin, pusing, mual dan semacamnya bagaimana, siapa yang akan tanggungjawab,” jelasnya. (cr4/cr6)