Ivan Kurniawan Bassar Sandang Gelar Doktor

7
BAHAGIA: Dr Ivan Kurniawan Bassar, Sp.B, FINacs, FICS foto bersama usai menjalani sidang terbuka promosi doktor, kemarin.(IST)

Dr Ivan Kurniawan Bassar, Sp.B, FINacs, FICS resmi menyandang gelar doktor usai menjalani sidang terbuka promosi doktor Program Studi Biomedis, Program Doktor Fakultas Kedokteran Unand di Aula Fakultas Kedokteran, Selasa (21/6).

Acara sidang terbuka promosi doktor ini dihadiri Prof Dr Nur Indrawaty Lipoeto, MSc, PhD, Sp.GK sebagai ketua sidang, Dekan Fakultas Kedokteran Unand sebagai ketua tim penguji Dr dr Afriwardi, SH, SpKO, MA, komisi pembimbing yang juga sebagai penguji, Prof Dr Sc Agr Ir Jamsari, MP Prof Dr dr Ellyza Nasrul, Sp PK Dr dr Humaryanto, Sp.OT, M.Kes.

Selanjutnya, komisi penguji terdiri dari Prof. Dr. dr. Eryati Darwin, PA, Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes, FisPH, FisCM, dr. Rauza Sukma Rita, PhD, Dr. dr. Etriyel MYH, Sp. Ujian sidang terbuka promosi doktor ini merupakan rangkaian panjang untuk menyandang gelar doktor pada Program Doktor ilmu Biomedis, Fakultas Unand.

Adapun judul disertasi yang disampaikan pada promosi ini yakni “Hubungan antara polimorfisme gen VEGF RS 699947 dengan kadar protein VEGF, dan matriks metalloproteinase-14 pada pasien ulkus kaki diabetik”.

Disertasi ini mengurai fakta bahwa pasien dengan ulkus kaki diabetik, mengungkap hubungan faktor genetik mengapa pasien dengan diabetes ada yang terjadi ulkus dan ada yang tidak.

“Kalau di masyarakat awam ada yang ngomongnya ada diabetes basah dan kering, jadi itu yang saya ingin teliti. Hal ini sangat perlu diteliti sehingga diharapkan dapat membantu digunakan untuk tenaga kesehatan dalam pemeriksaan penunjang yang dapat memprediksi kejadian ulkus kaki diabetik pada pasien DM tipe 2, sehingga dapat memberikan edukasi yang tepat untuk menghindari terjadinya ulkus,” ujarnya saat diwawancarai oleh Padang Ekspres pasca-presentasi disertasinya.

Baca Juga:  Mau "Enak-Enak" di Kos, Sepasang ABG Digerebek Warga!!

Selain itu, dalam paparan disertasinya, Ivan Kurniawan Bassar menyampaikan dengan santun, tegas dan lugas bahwa penelitian ini mengacu pada tujuan membuktikan terdapat perbedaan antara diabetik yang dapat menyebabkan ulkus dan yang tidak menyebabkan ulkus.

“Tujuan umumnya yakni menganalisis perbedaan tersebut dan juga menganalisis perbedaan kadar protein pada pasien yang menjadi sampel dalam penelitian tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan, genetik pasien harus diketahui terlebih dahulu, sehingga pasien-pasien khususnya di Jambi dengan diabetes ini dapat lebih cepat diketahui sehingga bisa mencegah terjadinya ulkus.

“Pada penelitian ini melihatkan 26 kasus dan 26 sampel pasien DM yang tanpa luka. Manfaatnya diharapkan dalam penelitian ini tenaga kesehatan bisa memeriksa kader atau sampel yang diteliti untuk memprediksi kejadian luka pada pasien,” paparnya.

Selanjutnya, tempat pengambilan sampel darah yaitu di Poliklinik dan Bangsal Bedah dan Penyakit Dalam di RSUD Abdul Manap Kota Jambi, RS Bhayangkara Jambi dan RS MMC Jambi disertai pemeriksaan gula darah. (cr5)