Dapat Tambahan 238 Ton Pupuk Subsidi, Cek Infonya

42
Syahrial Kamat .(ERI M/PADEK)

Kota Padang mendapat tambahan 238 ton pupuk subsidi dari Pemprov Sumbar. Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat kepada Padang Ekspres, Rabu (21/9) menjelaskan, pihaknya mengalami kekurangan pupuk subsidi dari kuota yang telah diberikan Pemprov Sumbar.

“Sebenarnya kuota kita tahun sekarang sudah habis pada Agustus 2022, maka kita usulkan kepada Pemprov untuk penambahan pupuk subsidi,” kata Syahrial Kamat.

Untuk mendapatkan pupuk subsidi ini, petani mengajukan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) di akhir tahun 2021. Kemudian melalui RDKK tersebut dilaporkan ke pusat, barulah kuota diberikan oleh pusat.

Tapi kenyataannya kuota yang diberikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. “Untuk itu kita ajukan penambahan dan biasanya Pemprov ketika ada yang penyerapan pupuk rendah di daerah lain, maka akan dialihkan ke kita,” sebutnya.

Untuk tahun ini, pihaknya mendapatkan dua jenis pupuk subsidi yaitu Urea dan NPK. Sementara untuk pengawasan di lapangan, pihaknya akan langsung menindaklanjuti jika terjadi masalah. Dalam hal tersebut, pihaknya akan mengadakan rapat bersama untuk memutuskan solusi persoalannya.

“Untuk mengawasi langsung ke lapangan, kita ada tim penyuluh dan juga tim teknis. Biasanya masalah-masalah yang terjadi di lapangan itu bisa berupa penyalahgunaan pendistribusian. Lalu ada juga kios-kios yang menahan pupuk atau semacamnya,” sambungnya.

Baca Juga:  Siti Aisyah: Semen Padang Berpeluang memanfaatkan Bahan Bakar dari Sampah

Meskipun begitu, ia mengaku bersyukur dalam tahun ini tidak terjadi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pupuk subsidi. Sebab, struktur penyaluran sudah teratur dan tertib.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Helmiar Has menambahkan, kuota pupuk subsidi yang didapatkan tahun ini ada 2.825 ton pupuk. Di dalamnya terdapat dua jenis pupuk yaitu Urea dan NPK.

“Dengan rincian, Urea 1.675 ton dan NPK 1.150 ton. Kemudian setelah kuotanya habis, kita ajukan penambahan lagi, alhamdulillah tanggal 16 September 2022 kita mendapat tambahan pupuk,” terangnya.

Lebih lanjut mengatakan, penambahan yang didapatkan ada 238 ton. Diantaranya 200 ton untuk NPK dan 38 ton untuk Urea. Sehingga masing-masing pupuk bertambah menjadi 1.713 ton Urea dan 1.350 ton NPK.

“Tambahan pupuk ini akan kita manfaatkan untuk kebutuhan hingga Desember 2022 mendatang. Sebelumnya yang habis itu NPK sehingga ditambah 200 ton oleh Pemprov,” tuturnya.

Helmiar menambahkan, seluruh kuota pupuk subsidi disalurkan kepada 35 kios yang tersebar di Padang. Sebelum disalurkan ke kios-kios, pupuk tersebut ditebus terlebih dahulu oleh distributor. Kemudian para petani nantinya akan menebus pupuk tersebut dari kios-kios yang ada. (cr4)