Antisipasi Penyebaran Covid-19, Akses Jalan Lingkungan Ditutup Warga

Dua orang warga melintas di depan gang Jati IV RW 09. Jalan ini ditutup dari lalu lintas kendaraan untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19, Rabu (22/4). (Randi - Padek)

Sejumlah pintu masuk permukiman warga di Kota Padang dibatasi pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku 14 hari mulai 22 April sampai 5 Mei mendatang.

Penutupan akses masuk ke permukiman tersebut seiring dengan dimulainya PSBB di Kota Padang serta upaya warga dalam mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19.

Pantauan Padang Ekspres, Rabu (22/4) sejumlah gang di Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Padang Timur ditutup oleh kayu, bambu atau kursi yang diletakkan di setiap pintu masuk untuk mencegah lalu lintas warga.

Di Jalan Jati IV RW 09, wilayah tersebut sudah tidak bisa dilalui kendaraan bermotor dan spanduk bertuliskan “Maaf Jalan Tertutup Penerapan PSBB”. Tulisan itu dipampang di depan gang masuk permukiman.

Sekretaris Lurah Jatibaru, Erlan kepada Padang Ekspres mengatakan pembatasan akses masuk sudah dilakukan hampir di semua wilayah Jatibaru. Hal tersebut dilakukan mengantisipasi penyebaran virus korona atau Covid-19.

“Karena daerah di Jatibaru sudah ada yang terjangkit Covid-19 dan ada juga Orang dalam Pemantauan (ODP) jadi gerak geriknya diawasi betul dengan hanya beberapa ruas jalan saja dibuka,” kata Erlan.

Dia menambahkan, dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 tersebut di Kelurahan Jatibaru yang terdapat 31 RT dan 10 RW tersebut sudah dipasangkan palang pelarangan pintu masuk pemukiman warga.

“Sudah ada dipasang 5 titik palang pelarangan pintu masuk di RW II dan RW III pada kawasan Jatibaru yang dilakukan Babinsa dan Babinkamtibmas,” sebutnya.

Untuk pengawasan masuk ke kawasan Jatibaru, ungkap Erlan, pendatang dari luar dan perantau harus melapor dahulu ke RT dan selanjutnya kepada dokter yang ditunjuk pada masing-masing kecamatan.

“Kami di Kecamatan Padang Timur ada 3 dokter yang ditunjuk. Jadi kami kalau ada orang pendatang atau perantau yang masuk, kami sebagai pihak kelurahan langsung menghubungi dokter tersebut untuk mengecek orang yang baru datang ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk Kecamatan Padang Timur sangat banyak yang terindikasi Covid-19. Maka dari itu Kelurahan Jati Baru terus mengantisipasi dalam bentuk memberikan sosialisasi kepada masjid/mushala untuk warga mengurangi aktivitas dahulu.

“Penyampaian itu masih ada pro dan kontra, tapi kami sudah menyampaikan karena itu merupakan instruksi pimpinan atas, bahwa ruang gerak harus dibatasi. Alhamdulillah, saat ini warga menuruti himbauan tersebut dan menyadari dampak Covid-19,” ujar Erlan.

Di samping itu, di Kelurahan Jatibaru sudah mempersiapkan tim termasuk dari trantib kelurahan, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk turun mengawasi serta memberikan sosialisasi kepada warga dalam penerapan PSBB.

“Untuk warung dan warnet di kawasan Jati Baru sudah kami pasang instruksi surat edaran dari Wali Kota Padang, Gubernur Sumbar, Kapolda dan Kapolres dalam mengurangi aktivitas berkumpul bersama dan tidak menyediakan tempat duduk,” tandasnya.

Hal senada juga diutarakan Lurah Ujunggurun, Azwar. Ia menyebutkan, hari pertama PSBB sudah ada pemberlakuan penutupan jalan di Kelurahan Ujunggurun mulai dari gang 1-10 timur dan gang 1-10 barat.

“Jadi akses masuk hanya satu gang di Jalan Salak dan gang lainnya sudah ditutup. Melibatkan RW III, IV dan V dan RW II juga akan menyusul dalam penutupan jalan,” kata Azwar.

Dia menjelaskan ide penutupan ini merupakan kerja sama pemuda, LPM, RT/RW, tokoh masyarakat dan pihak kelurahan untuk pembatasan masyarakat yang masuk ke daerah Kelurahan Ujunggurun tersebut.

“Untuk pendatang yang masuk terutama dari luar, Orang dalam Pemantauan (ODP) itu terus dipantau dengan berkoordinasi bersama RT/RW selanjutnya akan diberikan datanya ke tim Covid-19 kecamatan yang akan langsung menghubungi warga bersangkutan tersebut,” terangnya.

Selain itu, kata Azwar dalam pengamanan Covid-19 di kawasan, Kelurahan Ujunggurun terus memberikan sosialisasi supaya masyarakat mengunakan masker dan menjaga jarak. “Masyarakat sudah memahami dan menyadari dampak Covid-19. Apalagi di Kelurahan Ujunggurun sudah ada yang positif Covid-19 sebanyak 2 orang,” tukasnya.

Salah seorang masyarakat Jati IV, Faizal, 51 mengatakan sangat setuju diberlakukan penutupan akses jalan di kawasan kelurahan Jatibaru apalagi dalam PSBB.

“Ya, kami warga setuju karena apa yang telah dilakukan oleh RT/RW dan pihak kelurahan untuk menutup sebagian jalan sangat tepat sekali. Dimana, dalam membatasi orang keluar masuk khususnya kawasan Jati IV,” ungkap Faizal yang merupakan pengurus Masjid Baiturrahman Jatibaru itu. (*)