Beralasan tak Tahu Diberlakukan PSBB, Masih Banyak Warga tak Pakai Masker

Petugas Dishub Padang memeriksa sebuah angkot di depan Posko Check Point samping Basko Mall, kemarin. (Sy Ridwan - Padek)

Hari pertama Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih banyak dilanggar oleh warga Kota Padang.

Pantauan Padang Ekspres di Posko Check Point di samping Basko Mall, Rabu (22/4) petugas gabungan menghentikan semua kendaraan, baik roda dua, roda empat, angkot serta bus antara kota dalam provinsi.

Untuk transportasi jenis angkot, petugas memeriksa jumlah penumpang dan jarak aman bersebelahan. Di posko ini, petugas masih banyak menemukan pengemudi yang melanggar aturan PSBB, mulai tidak menggunakan masker serta masih ada penumpang duduk di samping sopir.

“Saya tidak mengetahui adanya penetapan PSSB sekarang, mungkin karna saya sibuk dengan pekerjaan,” alasan Isan kepada petugas.

Pengemudi mobil bak terbuka ini dihentikan oleh petugas gabungan check point karena kedapatan tidak menggunakan masker saat membawa kendaraan.

Sementara itu pengendara transportasi online, Eka, 28 juga beralasan tidak mengetahui penerapan PSBB. “Saya pernah dengar, tapi lupa tanggal berapa. Saya ada membawa masker tapi sudah kotor,” ungkapnya.

Budi, 22, sopir angkot jurusan Pasar Raya-Lubukbuaya juga mengatakan tidak mengetahui ada PSBB. “Makanya saya masih isi penumpang seperti biasa, termasuk mengisi penumpang di sisi saya,” ungkapnya.

Menyikapi masih banyaknya warga yang belum mematauhi PSBB ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Dian Fakri menyebutkan untuk hari pertama pelaksanaan PSBB di Kota Padang hanya dalam bentuk sosialisasi.

“Hari ini, (kemarin, red) kita memberikan sosialisasi kepada semua kendaraan yang melintasi Posko Check Point. Bagi yang melanggar kita tegur aja, misalnya tidak menggunakan masker kita suruh pulang atau beli masker,” ungkapnya.

Selain memeriksa masker petugas juga memeriksa KTP bagi pengendara roda yang berbocengan. “Kita periksa satu persatu KTP pengendara roda dua yang berboncengan. Dalam aturan PSBB yang boleh berboncengan hanya mereka satu rumah atau alamat,” jelasnya.

Sedangkan untuk traportasi umum, diperiksa jumlah penumpang serta tata letak duduk yang telah diatur. “Hari ini masih banyak menemukan pengemudi yang melanggar tata duduk penumpang, terutama yang duduk di samping sopir. Mereka ini kita suruh pindah ke belakang secara humanis,” sebutnya.

Di Kota Padang ada 22 Posko Check Point yang didirikan yakni 11 di kecamatan, 7 di pusat kota dan sisanya di perbatasan yang bergabung dengan beberapa instansi. (*)