Pelaku Penganiayaan Diringkus

Pelaku sedang dimintai keterangan oleh polisi di Satreskrim Polresta Padang. (IST)

Unit Jatanras Satreskrim Polresta Padang meringkus pelaku penganiayaan yang menyebabkan jari tangan dan kaki korbannya putus. Pelaku diringkus di rumahnya di kawasan Jalan Parakgadang, Kecamatan Padang Timur, kemarin (22/4) sekitar pukul 09.30.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, pelaku berinisial AR, 38, pekerjaa sehari-hari meminta uang setoran kepada sopir angkot. Sedangkan korbannya berinisial MU, warga Jalan Aircamar Dalam, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan LP/ 214/ B/ IV/ 2020/ SPKT unit III, Tanggal 15 April 2020. “Setelah dilakukan penyelidikan kurang lebih seminggu pelaku akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya,” ujar Kasat Reskrim.

Disebutkannya, pelaku diduga telah melakukan penganiayaan hingga menyebabkan jari tangan dan jari kaki korban putus sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Kejadian penganiayaannya terjadi Senin (13/4) malam di rumah korban di Jalan Aircamar Dalam yang mengakibatkan jari tangan dan kaki korban putus serta luka robek pada wajah, kedua kaki dan tangan korban hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit,” jelas Rico.

Sementara itu, menurut pengakuan pelaku, sebelum kejadian itu dia mendapatkan informasi dari anaknya kalau istrinya berada di rumah korban.

Lantas pelaku langsung menuju rumah korban. Sesampai disana, pelaku melihat istrinya tengah berbicara berdua dengan korban. Melihat kejadian itu tersebut, pelaku pulang ke rumah dan mengambil sebilah pisau lalu kembali lagi ke rumah korban dan terjadilah penganiayaan tersebut.

“Saya belum cerai dengan istri saya. Memang saat ini sedang ada masalah dan telah pisah ranjang beberapa minggu belakangan. Saat itu hari Senin (13/4) sekitar pukul 21.00 saat saya baru pulang dari Pasar Raya, anak saya memberitahukan kalau istri saya berada di rumah pria lain yang saya curigai telah berselingkuh dengan istri saya,” ujar AR.

Kepada polisi yang di tengah melakukan pemeriksaan, pelaku mengaku khilaf dan melakukan hal tersebut lantaran rasa sakit hati dan cemburu melihat istrinya berduaan dengan pria lain. “Saat melihat mereka berdua, tiba-tiba saja muncul di kepala saya untuk mengambil pisau ke rumah dan kembali untuk melakukan penganiayaan tersebut,” ucapnya. (*)