Kapal Terbalik, Tiga Orang Hilang

50
Tim Basarnas Padang melakukan evakuasi terhadap salah seorang korban kapal terbalik yang terombang-ambing di laut, Senin (22/6). (Foto: Aldo Toco For Padek)

Cuaca buruk harus diwaspadai ketika hendak berlayar di lautan. Sebuah kapal pemancing terbalik setelah dihantam ombak di perairan Gosong Gadang Kota Padang, Minggu (21/6) sekitar pukul 17.00. Sepuluh orang pemancing dan kru kapal berhasil dievakuasi, sedangkan tiga orang dilaporkan hilang.

Hingga berita ini diturunkan petugas dari Basarnas Padang masih melakukan pencarian terhadap penumpang kapal yang masih hilang. Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, diketahui kapal berisi 13 orang penumpang terdiri dari 10 orang pemancing dan 3 orang kru kapal. Awalnya Minggu (21/6) sekitar pukul 09.00, kapal pancing yang diawaki oleh 2 orang kru membawa 15 orang pemancing menuju Pulau Toran.

Kemudian, sekitar pukul 11.00, kapal mengalami masalah dan salah satu dari pemancing atas nama Ari menelepon kapal pembantu dan pukul 17.00, kapal pembantu sampai di Pulau Toran dan bertemu dengan kapal pertama.

Setelah itu, kapten kapal pertama berusaha memperbaiki dan mesin dapat dihidupkan. Mengingat mesin kapal pertama kurang baik, pemancing yang ada di kapal pertama dipindahkan ke kapal kedua sebanyak 13 orang yang terdiri dari 10 pemancing dan 3 orang kru kapal.

Sementara di kapal satunya lagi jumlah orang yang berada di dalamnya ada 7 orang yang terdiri dari 5 orang pemancing dan 2 orang kru kapal. Sekitar pukul 18.00, kedua kapal bergerak dengan cara posisi kapal pertama ditarik oleh kapal kedua, dan 15 menit perjalanan kapten kapal pertama meminta untuk melepaslan tali karena merasa mesin kapal cukup baik, kapal berlayar beriringan.

Karena kondisi kapal pertama mesinnya kurang baik dan kapal pertama tertinggal jauh dari kapal kedua. Kapal pertama memasuki Pelabuhan Muara Padang sekitar pukul 22.00.
Sekitar pukul 22.30, salah seorang dari pemancing di kapal kedua menelepon BPBD untuk menginformasikan bahwa kondisi kapal kedua mengalami kebocoran dan terbalik di daerah seputaran Pulau Gosong Gadang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang, Asnedi kepada Padang Ekspres, Senin (22/6) mengatakan, setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menerjunkan personel untuk melakukan pencarian.

Basarnas Padang menurunkan dua unit kapal yaitu KN Yudhistira SAR 227 dan satu kapal SAR lainnya. Dari pencarian yang dilakukan, petugas berhasil menemukan dan mengevakuasi 6 orang sekitar pukul 07.55. Saat ditemukan, enam orang tersebut sedang terombang-ambing sembari memegang kapal yang terbalik.

“Jadi saat ditemukan, enam orang itu sedang mengapung sambil memegangi badan kapal yang terbalik. Kemudian, kami langsung mengevakuasi mereka menggunakan perahu karet,” jelasnya.

Tak berlangsung lama, sekitar pukul 08.10, 3 orang lainnya juga berhasil diselamatkan oleh tim Basarnas Padang. Setelah itu, 1 orang lain juga berhasil diselamatkan oleh nelayan yang berlayar di lautan.

“Jadi total orang yang telah berhasil diselamatkan berjumlah 10 orang dan langsung dibawa ke dermaga Pelabuhan Muaro Padang. Sementara tiga orang lain, masih dilakukan pencarian,” ujarnya.

Petugas pun kemudian fokus melakukan pencarian 3 orang yang masih belum ditemukan. Untuk mencari 3 orang tersebut, dua kapal SAR Padang menyisir kawasan Pulau Gosong tersebut.

Dia mengungkapkan, pencarian sempat mengalami kesulitan karena kondisi cuaca buruk hujan dan angin kencang, sehingga mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi di tengah laut.

Sehingga pada pukul 15.00, KN Yudhistira memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian akibat cuaca buruk, sedangkan satu kapal lagi masih melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan 3 orang yang hilang tersebut. “Pencarian akan terus dilakukan. Kita akan lanjutkan pada esok hari dengan menyisir wilayah yang lebih luas lagi,” ujarnya. (*)