Bank Sampah Sekolah Adiwiyata Diluncurkan, Ini Kata DLH Padang!

12
KERJA SAMA: Kepala DLH Padang Mairizon dan Deputi Area Padang PT Pegadaian Januardi usai penandatanganan perjanjian kerja sama, kemarin (22/6).(IST)

Pengelolaan sampah tak bisa hanya mengandalkan kerja pemerintah semata, namun perlu peran serta masyarakat. Kesadaran masyarakat harus ditumbuhkan untuk peduli dengan urusan sampah. Salah satunya melalui gerakan bank sampah.

Menyikapi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menjalin perjanjian kerja sama dengan PT Pegadaian sekaligus me-launching Bank Sampah Sekolah Adiwiyata di SMA Don Bosco Padang, Rabu (22/6).

Dimana PT Pegadaian bekerja sama dengan Bank Sampah Panca Daya dengan programnya “Memilah Sampah Menabung Emas”.

Kepala DLH Kota Padang Mairizon mengatakan, program ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah anorganik di sekolah serta meningkatkan partisipasi warga sekolah untuk bisa memilah sampah dari sumbernya.

Program ini akan diterapkan kepada Sekolah Adiwiyata Kota Padang, dimana warga sekolah memilah sampahnya dari rumah dan menyetor sampah kepada bank sampah yang ada di sekolah.

Sampah yang telah dikumpulkan oleh bank sampah sekolah selanjutnya dikirim ke bank sampah terdekat atau langsung dikirim ke Bank Sampah Panca Daya untuk bisa ditukarkan dengan emas.

Mairizon menjelaskan, permasalahan lingkungan yang sudah sedemikian rumit dan kompleks tidak mungkin dapat diatasi dalam waktu satu atau dua tahun saja, namun memerlukan waktu yang cukup panjang dan dilakukan secara konsisten.

“Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan generasi muda agar memiliki kesadaran dan kemampuan untuk melakukan perbaikan lingkungan demi terjaganya kualitas lingkungan di masa yang akan datang,” tutur Mairizon.

Baca Juga:  Vaksin PMK Diberikan 3 Tahap di Solok Selatan!

Disebutkan Mairizon, pemerintah sudah mengeluarkan regulasi soal bank sampah, yakni peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012, tentang pedoman pelaksanaan reduce, reuse dan recycle (3R) melalui bank sampah.

Bank sampah adalah wadah atau tempat untuk mengelola sampah dengan prinsip 3R. Untuk menjalankan prinsip 3R, masyarakat harus memiliki kesadaran memilah sampah sejak dari rumah.

Sampah yang sudah terpilah itu lalu disetorkan ke bank sampah. Pengelolanya adalah masyarakat, pemerintah daerah dan dunia usaha yang memiliki sarana dan prasarana paling sedikit berupa sistem administrasi dan sarana pemilahan sampah.

Bank sampah berfungsi sebagai sarana edukasi pengelolaan sampah, perubahan perilaku masyarakat, dan pelaksanaan sirkular ekonomi. Oleh karena itu, bank sampah diharapkan menjadi sebuah gerakan dari masyarakat untuk mengelola sampah. Melalui bank sampah, potensi timbulan sampah sudah bisa dikurangi sejak dari rumah tangga.

“Kita berharap melalui perjanjian kerja sama ini diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah Kota Padang serta meningkatkan partisipasi warga sekolah dalam memilah sampah,” harap Mairizon.

Penandatangan ini dihadiri oleh Deputi Area Padang PT Pegadaian Januardi, Ketua Pelaksana Yayasan Prayoga Poppy Fransiska, Ketua Bank Sampah Panca Daya Mina Dewi, Dinas Pendidikan Kota Padang, dan perwakilan dari Sekolah Adiwiyata Kota Padang. (eri)