Migrasi Siaran Televisi Analog ke Digital Belum Optimal

44

Kalangan insan pendidikan di perguruan tinggi harus andil menyukseskan program Analog Switch Off (ASO) ,atau yang lebih dikenal dengan migrasi siaran televisi analog ke digital.

Pascapenetapkan ASO oleh Pemerintah serentak 2 November 2022 lalu, ternyata masih belum berlaku menyeluruh di pelosok negeri. Kondisi ini tentunya berdampak pada kurang suksesnya penerapan ASO.

Kalangan perguruan tinggi, khususnya mahasiswa yang banyak berasal dari pelosok daerah, berpotensi memberikan informasi ke masyarakat.

“Mahasiswa harus ikut mengkampanyekan dan mensosialisasikan peralihan siaran analog ke digital kepada masyarakat. Sebagai kaum intelektual, informasi ASO yang mereka sampaikan bisa lebih sederhana dipahami,” terang Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar Defri Mulyadi, dalam forum diskusi Jurnalistik Televisi dan Cerdas di Era Digital bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Sumbar.

Mahasiswa menurut Defri, bisa menjadi salah satu ujung tombak. “Dengan melibatkan mahasiswa dalam penyebarluaskan informasi ASO, seperti pengetahuan singkat perihal penggunaan perangkat Set Top Box atau STB,” ujar pria yang biasa dipanggil Imung ini.

Baca Juga:  LKAAM Sumbar Masak Rendang Untuk Korban Gempa Cianjur

Ia juga menambahkan, pemerintah daerah maupun lembaga penyiaran pemegang izin kanal digital TV harus mempercepat pembagian STB gratis kepada masyarakat. “Berdasar Pasal 85 PP Postelsiar, STB gratis hanya diberikan kepada rumah tangga miskin yang masih menggunakan televisi analog,” tutupnya.(rel)