Palsukan Surat Laporan Kehilangan Polisi, 30 Orang Jadi Korban Penipuan

12
DIPERIKSA: Pelaku saat diperiksa Kanit SPKT Polresta Padang Ipda Dwi Djatmiko, Selasa malam (21/12).(IST)

Diduga melakukan pemalsuan laporan kehilangan dan pencurian untuk keperluan klaim asuransi, seorang pria berinisial JR, 30, diringkus Satreskrim Polresta Padang.

Kanit SPKT Polresta Padang IPDA Dwi Djatmiko mengatakan, dalam pemalsuan itu, tersangka menirukan tanda tangan dan menduplikat stempel milik SPKT Polresta Padang.

“Sebanyak 30 orang yang terdiri dari masyarakat dan perusahaan asuransi sudah menjadi korban atas perbuatan pelaku,” kata Dwi, Rabu (22/12).

Dalam penipuan itu, jelas Dwi, pelaku meminta uang kepada masing-masing korban sebesar Rp 275 ribu hingga Rp 300 ribu sebagai biaya jasa pembuatan surat laporan palsu yang dibuatnya.

“Selain melakukan penipuan, tindakan pelaku telah mencemari nama institusi Polri.
Perlu diketahui, bahwa dalam pembuatan laporan kehilangan, kami tidak pernah menarik biaya dari para pelapor,” sebut Dwi.

Dwi membeberkan terungkapnya kasus penipuan itu berawal ketika salah satu korban yakni karyawan sebuah perusahaan mendatangi Polresta Padang untuk menanyakan perkembangan kasus pencurian baterai tower yang terjadi di tempat kerjanya.

Usai dilakukan pengecekan, ditemukan ada beberapa keganjilan pada surat laporan kehilangan yang dibawa pelapor dan mengaku dibantu oleh tersangka dalam proses pembuatan surat tersebut.

Baca Juga:  Enam Pendaftar Calon Sekdako Padang Lulus Seleksi Administrasi

“Dari keterangan saksi, tersangka berhasil kita ringkus di kawasan Jati, Kecamatan Padang Timur tanpa perlawanan, Selasa malam (21/12),” ucap Dwi.

Lebih lanjut Dwi menyebut, tersangka saat ini masih diproses secara hukum. “Tersangka dijerat pasal penipuan dan pencemaran nama baik,” tutup Dwi. (idr)