Dilaksanakan secara Online, Pesantren Ramadhan Dimulai 27 April

Pemko Padang memutuskan bahwa Pesantren Ramadhan untuk jenjang pendidikan SD dan SMP di Kota Padang, tetap dilaksanakan. Namun, pelaksanaannya berbeda dibanding tahun lalu, yakni melalui daring atau online.

Kabag Kesra Kota Padang Amriman kepada Padang Ekspres, kemarin (23/4) mengatakan, pembukaan Pesantren Ramadhan di Kota Padang akan dilakukan, Minggu (26/4).

“Sesuai keputusan Pak Wali Kota, Pesantren Ramadhan tetap dilaksanakan namun dalam bentuk online. Hari Minggu (26/4) dibuka, lalu Senin sudah dimulai,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada pelaksanaan Pesantren Ramadhan nantinya, para siswa SD dan SMP akan dipandu oleh 20 orang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang telah mendapatkan pelatihan.

“Media pembelajarannya melalui WhatsApp. Waktunya selama dua jam per hari, kecuali Jumat karena libur. Untuk siswa SMP akan dimulai pukul 8 pagi dengan hafalan Al Quran secara mandiri dipandu oleh orangtua, selanjutnya pemaparan materi melalui video yang telah dibuat oleh para guru pemandu hingga jam 9.45. Nah melalui video yang dikirim melalui WhatsApp itulah secara tidak langsung, anak-anak akan dipandu,” terangnya.

Selama 15 menit setelah pemaparan materi melalui video dari guru pemandu, akan ada pemberian penugasan yang harus dikerjakan para siswa. “Sementara untuk jenjang SD akan dimulai pukul 10 sampai pukul 12 siang. Polanya sama dengan SMP,” paparnya.

Amriman mengatakan, pengiriman video akan dilakukan berjenjang, mulai kepada kepala sekolah, dari kepala sekolah kepada guru PAI di sekolah tersebut, lalu dari guru PAI kepada grup WhatsApp per kelas.

“Pesantren Ramadhan ini akan dilaksanakan sampai 17 Mei mendatang. Ini tetap dilaksanakan, selain agar masyarakat tetap di rumah selama PSBB sekaligus untuk penerapan program 18.00-21.00 yang dicananangkan Pak Wali Kota, namun waktunya dialihkan pagi hari,” katanya.

Untuk itu, diharapkan peran para orang tua agar mendampingi anak selama pelaksanaan Pesantren Ramadhan berlangsung. “Untuk proses belajar mengajar biasa ditiadakan. Jadi anak-anak akan fokus mengikuti Pesantren Ramadhan ini,” tukas Amriman. (*)