Pemandian Umum Sepi dari Aktivitas Balimau

Personel Satpol PP Kota Padang menghadang warga yang ingin balimau di bendungan Koto Tuo, Kelurahan Koto Panjang, Kamis (23/4). (Randi - Padek)

Sejumlah lokasi pemandian umum di Kota Padang sepi dari aktivitas balimau. Pantauan Padang Ekspres di beberapa lokasi pemandian umum yang sering dijadikan tempat balimau bagi warga Kota Padang seperti di Lubuk Minturun, Gunung Nago dan lainnya, Kamis (23/4) terpantau sepi.

Di pemandian Gunung Nago, Kecamatan Pauh misalnya. Jika biasanya lokasi tersebut selalu ramai dikunjungi untuk balimau, namun tidak ditemukan satu orang pun yang pergi balimau. Hanya ada beberapa orang yang sedang mencuci truknya.

Wandi, 39, warga Pauh mengatakan biasanya banyak warga yang melakukan balimau di kawasan ini. Namun sekarang tidak ada, mungkin takut virus korona.

Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan mengatakan jajarannya memang mensiagakan sejumlah personel di sejumlah lokasi pemandian di Kota Padang. “Lokasi-lokasi itu kita jaga ketat agar tidak ada warga yang melakukan balimau,” ujar Kapolresta.

Namun, jika ada masyarakat yang kedapatan melakukan balimau serta berpotensi menimbulkan kerumunan orang, pihaknya akan membubarkan. “Apabila ditemukan pasti kami bubarkan, tentu imbauan dulu agar tidak dilaksanakan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto juga menegaskan bahwa apapun bentuk kegiatannya, walaupun merupakan tradisi dan budaya, tapi berpotensi mengundang keramaian, tetap dilarang. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Jadi apapun budaya yang juga mungkin sudah terbiasa dilakukan, masyarakat juga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan. Jadi, tidak ada pengecualian terhadap budaya,” tegas Kapolresta Padang.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Padang, Alfiadi mengatakan pihaknya juga tidak menemukan masyarakat yang melaksanakan tradisi balimau. “Dari informasi anggota di lapangan tidak ada ditemukan warga yang pergi balimau,” ujar Alfiadi.

Dia mengatakan, percepatan pencegahan penyebaran Covid-19 ini, perlu sekali kerja sama semua pihak dan warga Kota Padang. “Alhamdulillah untuk warga Padang sangat patuh sekali untuk itu, terlihat semua pemandian kosong,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan sebanyak 85 orang personel untuk menjaga lokasi balimau yang ada di Kota Padang. “Ada enam titik tempat balimau yang tersebar di Kota Padang ini, kami menyebarkan personel di seluruh lokasi agar masyarakat tidak melaksanakan tradisi ini,” ujarnya.

Alfiadi berharap selama bulan puasa warga Padang betul-betul bisa mentaati Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) yang sudah ditetapkan di Kota Padang.

“Semoga Ramadhan ini bisa berjalan dengan lancar dan aman hendaknya, serta saat Lebaran tiba kita sudah tidak ditakuti lagi dengan wabah ini. Untuk mewujudkan itu semua, tentu sangat diperlukan kerja sama seluruh warga Kota Padang agar bisa menahan diri untuk tetap bertahan di rumah serta selalu menjaga jarak dan mengunakan masker kemanapun mereka pergi,” harapnya. (*)