Penjual Daging Diserbu Pembeli

Salah seorang pedagang daging di Blok IV Pasar Raya Padang sedang melayani pembeli, Kamis (23/4). (Randi - Padek)

Sehari jelang memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H, masyarakat mulai mempersiapkan menu buka dan santap sahur dengan berbelanja daging sapi segar.

Pantauan Padang Ekspres, Kamis (23/4) di Blok IV Pasar Raya Padang, antrean pembeli memadati los daging sapi segar. Mereka yang mengantre rata-rata ibu rumah tangga.

Salah seorang pedagang daging Blok IV Pasar Raya Padang, Anton Putra, 35, mengatakan, harga daging masih normal, tidak ada kenaikan sampai saat ini begitu juga dengan penurunan harga.

“Kalau harga daging masih stabil Rp 110 ribu per kilogram. Alhamdulillah hari ini (Kamis, red) penjualan meningkat, sampai-sampai menghabiskan stok daging 4 ekor sapi (sekitar 1.200 kilogram),” katanya.

Sejauh ini, kata Anton, tidak ada kelangkaan daging sapi, terutama di Pasar Raya Padang. “Saat ini aktivitas jual beli daging mulai bergairah. Saya mengharapkan wabah virus korona atau Covid-19 cepat berlalu, sehingga pembeli kembali normal,” harapnya.

Senada, seorang pedagang daging di Pasar Alai, Sumardison, 52 mengatakan, sehari jelang Ramadhan permintaan daging memang meningkat.

“Rasanya kembali normal seperti sebelum ada virus korona. Namun, kalau dibandingkan dengan tahun lalu menjelang puasa seperti ini, saya bisa menjual sampai 150 kilogram, tapi saat ini hanya 80 kilogram saja,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, harga daging sapi Rp 120 ribu per kilogram. Daging tersebut dipasok dari kawasan Pasar Raya Padang.
Dia mengaku sejak beberapa hari belakangan ini daya beli masyarakat turun.

“Penurunannya mencapai 30 persen, hanya tadi saja (Kamis, red) pembeli yang meningkat,” keluhnya.

Saat ini, katanya, para pembeli rata-rata membeli satu hingga dua kilogram daging untuk konsumsi rumah tangga. Dia berharap, pandemi korona segera berlalu sehingga pasar kembali ramai.

Salah seorang pembeli daging, Novita Sari, 34, mengatakan ia membeli daging segar untuk dibuat rendang jelang masuk bulan Ramadhan. Ini merupakan kebiasaan setiap tahun yang tidak mungkin ditinggalkan.

“Kami tidak setiap hari makan daging. Ini kesempatan kita masak daging jelang puasa sekalian untuk stok makanan di rumah,” ungkapnya. (*)