Penyidikan Kasus Ilham Maulana Rampung!!

119
Ilham Maulana.(NET)

Satreskrim Polresta Padang segera merampungkan penyidikan kasus dugaan korupsi dana pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Padang tahun anggaran 2020 dengan tersangka Ilham Maulana.

Hal ini dilakukan setelah penyidikan sempat tertunda lantaran adanya gugatan praperadilan dari tersangka Ilham Maulana ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang. Namun gugatan praperadilan tersebut ditolak.

“Praperadilan tersangka telah ditolak oleh hakim pada Senin (20/6), maka kami kini fokus untuk segera merampungkan penyidikan,” ungkap Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Dedy Adriansyah Putra, Kamis (23/6).

Dedy menjelaskan, pihaknya telah memeriksa para saksi yang berkaitan dengan kasus untuk perlengkapan berkas. Total saksi yang sudah diperiksa, lebih dari 100 orang.

Sejak penetapan tersangka, lanjut Dedy, pihaknya telah melayangkan panggilan kepada Ilham Maulana sebanyak dua kali namun tidak dipenuhi.

Untuk itu, pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan yang ketiga terhadap Ilham Maulana untuk diperiksa.

“Dedy berharap Ilham Maulana bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan ketiga dari penyidik Tipidkor Satreskrim Polresta Padang. “Jika tidak juga memenuhi panggilan maka akan dipertimbangkan upaya paksa,” sebut Dedy.

Baca Juga:  Penjual Sayur Keliling Dapat Tambahan Modal dari Andre Rosiade

Terpisah, Penasihat Hukum Ilham Maulana Syaiwat Hamli kepada Padang Ekspres mengatakan, kliennya akan kooperatif jika ada panggilan dari pihak penyidik Tipidkor Satreskrim Polresta Padang.

“Akan kooperatif. Jika tidak, tentu akan ada upaya paksa. Kita akan kooperatif,” ujar Syaiwat.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi dana Pokir yang menyeret nama Wakil Ketua DPRD Padang Ilham Maulana ini ditangani Polresta Padang setelah mendapatkan laporan masyarakat pada April 2021.

Laporan menyebutkan, adanya dugaan penyelewengan dana pokir sehingga dilakukan penyelidikan. Dana pokir yang dicairkan pada 2020 itu menjadi persoalan karena besaran yang diterima oleh warga tidak sesuai dengan besaran yang seharusnya.

Disebutkan kalau penerima diberikan uang Rp 1,5 juta, namun beberapa di antaranya diminta untuk mengembalikan sebesar Rp 500 ribu.

Karena itu polisi kemudian memanggil beberapa pihak termasuk Ilham Maulana untuk memproses serta mengklarifikasi laporan dugaan korupsi dana pokir itu. (idr)