Pemilik Sapi Diminta Tak Tolak Vaksin

9
Ilustrasi.(SHYNTIA/PADEK)

Dinas Pertanian Kota Padang meminta kepada pemilik sapi agar tidak menolak pemberian vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Pasalnya, vaksinasi ini sebagai upaya mencegah penularan PMK.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat mengatakan, masih ada pemilik sapi yang tidak mengizinkan tim dari Dinas Pertanian Padang melakukan penyuntikan PMK untuk sapi milik mereka.

“Mereka (pemilik sapi, red) menolak jika sapinya divaksin. Padahal hal ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran PMK di Kota Padang,” kata Syahrial Kamat, kemarin (23/8).

Ia menjelaskan, ada juga pemilik sapi yang masih menunggu persetujuan dari pemilik sapi lainnya. Sehingga vaksinasi sapi belum bisa dilakukan.

“Apabila dalam sehari itu kita tak bisa mendata 100 ekor sapi yang akan divaksin maka vaksinasi sapi belum bisa dilakukan. Karena 1 vaksin itu harus untuk 100 ekor sapi. Jadi kalau vaksinnya sudah dibuka harus digunakan sekali habis,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pemilik sapi di TPA Aiedingin, Init kepada Padang Ekspres mengatakan, pihak Dinas Pertanian Padang terlambat datang untuk melakukan vaksinasi PMK di Kota Padang, karena sapinya yang terserang PMK sudah sembuh.

Baca Juga:  Jembatan Kotopanjang Butuh Perbaikan

“Sapi-sapi di sini ada yang sudah sembuh, sementara Dinas Pertanian baru akan melakukan vaksinasi,” katanya sembari mengatakan ada 11 ekor sapinya yang mati karena PMK.

Pemilik sapi lainnya, Retnawati mengatakan terpaksa menjual murah sapinya yang terserang PMK. “Ada beberapa ekor sapi saya yang terserang PMK, dengan ciri-ciri air liur yang keluar dan juga tubuh yang lemah serta tidak ada tenaga,” tuturnya. Ia mengaku bersedia sapi-sapinya divaksinasi agar bisa terhindar dari PMK. (cr5)