Berpotensi Diguyur Hujan Hingga Jumat

32
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan BPBD Padang, Sutan Hendra mengecek kondisi banjir di Bungus Teluk Kabung, kemarin. (Sy Ridwan-Padang Ekspres)

Hujan lebat mengguyur Kota Padang sejak siang hingga malam, kembali merendam sejumlah kawasan, Rabu (23/9). Akibatnya, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian berkisar antara 30 sentimeter sampai 1 meter lebih.

Pantauan Padang Ekspres di Perumahan Belimbing, Kelurahan Kuranji, ketinggian air mencapai 60 sentimeter sampai 1 meter. Air juga merendam puluhan rumah warga melebihi setengah bagian rumah.

Kondisi tersebut membuat masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Semabri menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. Salah satu warga, Ahmadi, 50, kepada Padang Ekspres mengatakan, banjir mulai tinggi sekitar pukul 14.00. Tingginya banjir disebabkan curah hujan yang tinggi terjadi sejak pukul 12.00. Bahkan ketinggian air yang merendam puluhan rumah di Perumahan Belimbing mencapai dada orang dewasa atau 1 meter lebih.

“Sejak 6 tahun saya tinggal di sini, ini banjir yang paling tinggi genangan airnya. Bahkan rumah saya yang lokasinya lebih tinggi, tidak luput dari rendaman banjir,” ujarnya.
Selain disebabkan hujan intensitas tinggi, sempitnya jalan dan rendahnya permukaan perumahan juga menjadi penyebab tingginya genangan banjir di perumahan tersebut.

“Namun Alhamdulilah sekitar pukul 17.00 genangan air mulai surut. Kini hanya jalanan saja yang terendam banjir dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter sampai 40 sentimeter,” ungkapnya.

Tidak hanya merendam puluhan rumah warga di Perumahan Belimbing, jalan raya Kuranji-Belimbing juga ikut tergenang. Kondisi demikian menyebabkan terganggunya akses lalu lintas di jalan tersebut.

Beberapa kendaraan bermotor khususnya sepeda motor terlihat mogok. Salah satu pengendara sepeda motor, Arisman, 34, mengatakan dirinya terpaksa mencari jalan alternatif lain untuk sampai ke tujuannya ke Pasar Belimbing. Ia mengaku, ragu untuk melewati jalan yang tergenang air yang cukup tinggi itu.

“Tadi ada beberapa sepeda motor dan mobil yang mati mendadak di tengah jalan ketika pengendara mereka memaksa lewat jalan ini. Jadi untuk aman saya cari jalan lain saja,” tuturnya.

Ia mengaku, genangan air yang cukup tinggi di jalan Kuranji-Belimbing tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Dirinya menyebutkan, akibat genangan air di jalan utama tersebut, membuat akses lalu lintas menjadi terganggu.

“Mungkin karena hujan yang cukup deras mengguyur Kota Padang sejak siang hari tadi menyebabkan meluapnya air yang berasal dari kali di tepi jalan raya ini,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan sejumlah titik di Kota Padang terendam banjir.

Berdasar laporan dan pantauan BPBD Kota Padang, terdapat sejumlah lokasi yang terendam banjir di antaranya jalan raya Kuranji-Belimbing, Belimbing, Kompleks Jondul Rawang, Pasarbaru Kelurahan Cupaktangah, dan kawasan sungai Pisang.

“Kemudian, banjir juga merendam kawasan Villa Bukit Gading dekat RSUD, Koto Teluk Kabung, Bungus Barat, Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab),” jelasnya.

Sutan menyebutkan, ketinggian air yang merendam daerah-daerah di Kota Padang itu berkisar antara 30 sentimeter sampai 1 meter lebih. Banjir tersebut setidaknya merendam sekitar ratusan rumah warga di Kota Padang.

Khusus di Kecamatan Bungtekab, Sutan mengungkapkan, selain tingginya banjir yang merendam, arus air juga sedikit deras dan menghanyutkan sejumlah material seperti sampah, kayu, dan bahkan barang-barang milik masyarakat.

“Untuk banjir di Kecamatan Bungtekab, selain disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi, naiknya pasang air laut juga menjadi salah satu penyebab tingginya genangan banjir di sana,” ungkapnya.

Sutan menyampaikan, petugas BPBD Kota Padang telah dikerahkan ke lokasi-lokasi banjir untuk memantau dan bersiaga jika sewaktu-waktu ada masyarakat yang perlu dievakuasi menggunakan perahu karet.

“Namun sejauh ini kondisi banjir sendiri sudah mulai surut, tapi kami masih tetap berjaga-jaga di lokasi-lokasi yang masih berpotensi terjadinya peningkatan debit air lantaran hujan masih mengguyur sampai malam hari khususnya di Kecamatan Bungtekab dan beberapa kecamatan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Hari Pertama Operasi Zebra Singgalang, 80 Pengendara Kena Tilang

Sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait adanya korban jiwa yang diakibatkan oleh banjir tersebut. Namun Sutan menyebut ada sejumlah kerugian materil yang ditimbulkan akibat banjir tersebut.

Selain banjir, Sutan juga melaporkan terjadi pohon tumbang di sejumlah lokasi seperti di kawasan Lubukparaku, dan kawasan Rimbo Tarok, Kuranji. “Pohon tumbang tersebut diakibatkan oleh angin kencang serta hujan deras. Seluruhnya telah kami evakuasi dan bersihkan sehingga tidak menggangu aktivitas masyarakat,” sebutnya.

Sutan mengimbau kepada masyarakat, untuk terus waspada terhadap banjir, pohon tumbang, dan longsor, mengingat hujan masih mengguyur hingga malam hari.
Sementara itu, selain banjir dan pohon tumbang, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu terjadinya longsor.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, longsor terjadi di jalur penghubung antara Padang dengan Painan. Persisnya di kawasan Kelok Jariang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. “Tim sedang bergerak untuk mengecek ke lokasi. Sejauh ini untuk longsor di lokasi lain kami belum menerima informasi,” kata Kalaksa BPBD Kota Padang Barlius.

Dengan kondisi cuaca memasukinya periode musim peralihan atau pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan saat ini, masyarakat diimbau untuk berhati-hati melewati jalan-jalan yang rawan terjadi longsor.

“Jika tidak untuk urusan yang terlalu penting, masyarakat disarankan jangan keluar rumah saat kondisi cuaca sedang tidak memungkinkan. Karena curah hujan bulanan terjadi sampai Desember, sehingga potensi terjadi banjir, pohon tumbang, dan longsor sangat tinggi,” sebut Barlius.

Material longsor dan derasnya aliran sungai yang meluber ke ruas jalan di kawasan Kelok Jariang tersebut membuat arus kendaraan pada jalur penghubung Kota Padang dengan Painan, Kabupaten Pesisir Selatan menjadi tersendat.

Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Hendri Syukur Putra mengatakan, beberapa personelnya telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengatur arus kendaraan. Sementara, material longsor telah dibersihkan.

“Longsor sudah dibersihkan, cuma ada sisa-sisa tanah membuat pengendara tidak berani melintas. Ditambah aliran sungai dekat jembatan juga melimpah ke jalan,” ucap AKP Hendri.

Curah Hujan Tinggi
Terpisah, hasil prakiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi BIM, hujan masih berpeluang terjadi hingga Jumat besok (25/9). Kepala Sesi BMKG Stasiun Meteorologi BIM, Sakimin menjelaskan, berdasar  analisis cuaca, terlihat adanya penumpukan massa udara basah akibat pembelokan arus angin di daerah pesisir Sumbar.

Kondisi ini, sambungnya, menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah pesisir barat Sumbar, sejak Rabu siang (23/9). Mulai dari Padang, Padangpariaman, Pesisir Selatan, Padangpanjang, Agam, Pasaman Barat, Solok, Tanahdatar, dan sekitarnya.

“Dengan melihat jangka waktu pola gangguan cuaca tersebut, kami melihat, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di wilayah pesisir Sumbar dalam dua hari ke depan, Jumat (25/9). Hujan terjadi secara merata di wilayah Kota Padang,” katanya.

Sakimin menambahkan, untuk saat ini kondisi cuaca terutama curah hujan bulanan akan kembali meningkat. Pihaknya memprakirakan puncak curah hujan bulanan terjadi pada November sampai Desember mendatang.

“Saat ini memasukinya periode musim peralihan atau pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan. Sehingga peluang terjadinya hujan kembali meningkat,” imbuhnya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai sejumlah daerah yang sering menjadi langganan longsor dan banjir. Untuk daerah rawan longsor yaitu Bungus dan Sitinjaulauik. Sedangkan untuk daerah rawan banjir seperti Jondul, Siteba, Kuranji, dan Lubukbegalung.

“Apabila kondisi hujan dengan intensitas tinggi terjadi dengan durasi yang cukup lama, atau kondisi cuaca dengan liputan awan gelap terjadi di hulu sungai, masyarakat kami imbau agar lebih waspada dan berhati-hati. Karena dapat berpeluang menimbulkan bencana banjir dan banjir bandang,” terang Sakimin. (a/i)