Kendala Belajar Mandiri Anak Tak Vaksin, Ortu Enggan Jemput Tugas Anak

12
ilustrasi pembelajaran daring. (JawaPos.com)

Sejumlah orangtua di beberapa sekolah di Kota Padang enggan menjemput tugas anaknya ke sekolah dengan berbagai alasan. Kondisi ini ditemukan di SDN 04 Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo.

Kepala SDN 04 Kampung Olo Yuprizar mengungkapkan, memang ada wali murid yang tidak mau menjemput tugas anaknya ke sekolah. Ini membuktikan masih rendahnya kesadaran wali murid dalam menangani pendidikan anak.

“Untuk anak yang sekolah mandiri di rumah masih ada kendalanya. Masih ada orangtua yang beralasan untuk menjemput tugas anak. Padahal tugas itu diberikan sekali seminggu saja. Tidak setiap hari,” ujarnya kepada Padang Ekspres saat dijumpai di kantornya.

Pihak sekolah mengaku sudah melakukan pendekatan kepada wali murid dan memberi pengertian agar tetap mengizinkan anaknya untuk melakukan vaksinasi. Namun, ada beberapa orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk divaksin dan juga mengaku malas menjemput tugas anak ke sekolah.

Hal itulah yang menjadi halangan saat sekolah mandiri untuk anak-anak yang belum divaksin ini. Masih ada dijumpai orangtua yang memberi alasan kalau jarak tempuhnya jauh, membuang-buang biaya untuk ke sekolah dan sebagainya.

Baca Juga:  Dukung Pelestarian Lingkungan Padang, Wako Apresiasi BNI Tanam Pohon

Namun kondisi berbeda dijumpai di SDN Percobaan Padang. Proses pembelajaran berjalan kondusif baik secara tatap muka maupun secara mandiri. Wali kelas 2 SD Percobaan, Suciyati Poro mengatakan wali murid anak yang belum divaksin tetap antusias untuk menjemput tugas anaknya ke sekolah setiap hari Sabtu.

“Sampai sejauh ini,tidak ada orangtua murid mengeluh atau beralasan tidak mengantar tugas anak-anaknya. Bahkan orangtua murid antusias bertanya apa saja tugas dan kapan anak-anaknya bisa belajar tatap muka seperti biasanya,” kata Suci.

Jumlah murid SD Percobaan Padang 363 orang dan jumlah anak-anak yang sudah vaksin 163 orang. Bagi anak-anak yang belum vaksin maka belajar secara mandiri. Walaupun sebagian siswa belajar mandiri tetapi tetap saja saat ujian nilainya tidak jauh mengalami penurunan.

“Harapan saya sama seperti harapan orangtua yang lain, semoga pandemi ini cepat berakhir dan menyadarkan kepada anak-anak menjaga kesehatan itu sangat penting,” ujarnya. (cr5/mg3)