Kasus Dugaan Korupsi Segera Disidang, Enam JPU Ditunjuk Tuntaskan Perkara

36
BAKAL SIDANG: JPU Kejari Padang Liranda Mardhatillah saat melimpahkan berkas Kasus dugaan korupsi dana KSPPS BMT Kotolua ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang.(IST)

Kasus dugaan korupsi dana Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Kotolua, Kecamatan Pauh, Kota Padang bakal segera disidang.

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang telah melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang.

“Berkas telah dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Rabu kemarin (23/3). JPU yang melimpahkan Liranda Mardhatillah,” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Padang Therry Gutama kepada Padang Ekspres, Kamis (24/3).

Therry melanjutkan, ada enam JPU yang ditunjuk untuk menyelesaikan perkara tindak pidana dugaan korupsi dengan tersangka bernama Elyanda Omaria tersebut. Keenam JPU antara lain dia sendiri, Suriati, Sylvia Andriani, Sandra Ochtarini, Liranda Mardhatillah, dan Andre Pratama Aldrin.

“Sekarang kita menunggu jadwal sidangnya keluar. Biasanya lebih kurang seminggu keluar. Selanjutnya setelah jadwal sidang keluar, sidang digelar, akan kita bacakan surat dakwaan dan lakukan penuntutan,” sebut Therry.

Tersangka Elyanda Omaria didakwa dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, dan Pasal 9 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

“Hasil audit kerugian keuangan negara dalam perkara dugaan korupsi ini juga telah keluar. Nilainya lebih kurang Rp 260 juta,” sebut eks Kasi Intel Kejari Dharmasraya ini.

“Kerugian keuangan negara itu setelah adanya pengembalian secara bertahap dari Tersangka EO sekitar Rp 43 juta kepada Kejari Padang selama penyidikan berlangsung,” tambah Therry.

Namun, Therry menegaskan, itikad baik berupa pengembalian kerugian keuangan negara yang dilakukan tersangka EO tidak akan menghentikan proses hukum. “Hanya saja akan menjadi pertimbangan bagi majelis hakim, yang akan meringankan tersangka nantinya di persidangan,” tutur Therry.

Baca Juga:  Ilham Maulana Ditetapkan Tersangka, Kasus Dugaan Korupsi Dana Pokir

Tersangka EIyanda Omaria telah ditahan JPU di Rutan Kelas IIB Padang setelah penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua dari jaksa penyidik kepada jaksa penuntut umum dilakukan Jumat (11/3).

Berkas perkara dugaan korupsi dana KSPPS BMT Koto Lua ini dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti Selasa (1/3). Sementara EO yang merupakan Manager KSPPS BMT Koto lua tahun 2010-2019 berinisial EO sebagai tersangka Kamis (9/12) lalu.

EO ditetapkan tersangka setelah penyidik menemukan dua alat bukti perbuatan melawan hukum. EO diduga telah menggelapkan uang KSPPS BMT Kotolua Kecamatan Pauh senilai Rp 267 juta.
Uang tersebut telah digunakan untuk kepentingan pribadi. Penyelidikan kasus dugaan

korupsi ini telah dilakukan sejak 18 Januari 2021 lalu setelah Kejari Padang menerima laporan dari masyarakat.

Pada tahap penyelidikan ditemukan informasi bahwa pada tahun 2010, KSPPS BMT Kotolua Kecamatan Pauh mendapat dana hibah Rp 300 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang.

Namun sejak tahun 2016, tersangka EO tidak lagi menyetorkan kas KSPPS ke rekening KSPPS Koto Lua Kecamatan Pauh. Penyelidikan lalu dinaikkan ke tingkat penyidikan pada Maret 2021.

Hasil penyidikan ditemukan adanya pencairan pembiayaan fiktif pada tahun 2019-2020 yang dilakukan tersangka EO senilai Rp 324 juta. Pembiayaan fiktif yang dilakukan tersangka EO sebanyak 44 kali.

Lalu digunakan untuk kepentingan pribadi pembiayaan dengan cara yang tidak sesuai SOP dan SOM KSPPS. Sebanyak 22 orang saksi telah diperiksa selama proses penyelidikan. Kejari Padang juga menyita 193 dokumen terkait kasus dugaan korupsi ini. (idr)