Pandemi Covid-19, Pasar Pabukoan Ditiadakan

Pemko Padang melalui Dinas Perdagangan Kota Padang tidak menyediakan pasar pabukoan pada bulan suci Ramadhan 1441 H. Hal ini guna memutus mata rantai penyebaran wabah virus korona (Covid-19).

Meski demikian, Dinas Perdagangan tetap mengizinkan pedagang kuliner berdagang dari kedai ataupun rumah masing-masing.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal saat dikonfirmasi Padang Ekspres, kemarin malam (24/4) membenarkan informasi tersebut.

Dia mengatakan pasar pabukoan tidak difasilitasi oleh Pemko dalam masa darurat Covid-19 ini. Tapi, tidak melarang para pedagang berjualan asal mengikuti SOP Covid-19.

“Jika biasanya kita selalu menyediakan tempat dan memfasilitasi pedagang untuk berjualan pabukoan selama bulan puasa. Tahun ini, kita meniadakan itu,” kata Endrizal.

Dia menambahkan khusus untuk pedagang pabukoan, pihaknya mengimbau untuk tetap mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dimana pedagang dilarang menyediakan tempat untuk pembeli makan di sana.

“Kita tak bosan-bosan mengingatkan kepada pedagang untuk tetap patuh pada aturan di PSBB ini. Dengan begitu, kita bisa memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini,” tuturnya.

Selain larangan penyediaan tempat untuk pembeli, Endrizal menegaskan kepada pedagang harus mematuhi aturan di PSBB lainnya, seperti menggunakan masker, physical distancing atau menjaga jarak, kehigienisan dan tidak kalah penting mengutamakan kebersihan.

“Untuk para pedagang pabukoan tolong jaga kehigienisan makanan sesuai dengan standar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan juga penerapan penjualan sesuai dengan standar penanganan Covid-19,” sebutnya.

Lebih lanjut, Endrizal mengimbau kepada seluruh pedagang pabukoan, diharapkan patuh akan kebersihan dan jangan memakai zat-zat yang membahayakan pada makanan pabukoan yang dijual.

Apabila nanti ada ditemukan campuran yang membahayakan bagi kesehatan di makanan pabukoan ini, pihaknya dan BPOM akan menindak sesuai aturan yang berlaku.

“Ini tidak kalah penting, kita terus ingatkan setiap tahunnya kepada pedagang pabukoan, agar tidak menggunakan zat membahayakan bagi kesehatan di makanan yang dijual. Apabila nanti ditemukan akan kita tindak tegas,” terangnya.

Ditambahkan Endrizal, dengan meniadakan pasar pabukoan tahun ini, pihaknya berkomitmen tetap akan membantu penjualan para pedagang melalui sistem online melalui aplikasi Go Shop dengan Gojek,” tukasnya. (*)