Permukiman Warga Diserbu Lalat

23
Salah seorang warga RT 03/RW 01, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh memperlihatkan lalat yang masuk perangkap, kemarin. (IST)

Permukiman warga di RT 03/RW 01, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh diserang ribuan lalat. Serbuan lalat di permukiman tersebut sudah sangat meresahkan warga.
Pantauan Padang Ekspres, Minggu (23/5), lalat begitu banyak didapati di rumah-rumah warga.

Lalat-lalat hitam beterbangan dan hinggap di halaman hingga teras rumah warga.
Berbagai cara dilakukan warga untuk memasang perangkap lalat tersebut. Hingga warga juga ada yang memasang kasa nyamuk di pintu rumah, jendela, dan ventilasi rumah dengan tujuan mengusir lalat agar tidak masuk ke dalam rumah.

Salah seorang warga di RT 03/RW 01, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, Isyaf, 49 mengatakan serbuan lalat ke pemukiman warga sudah berlangsung sejak lama.
Menurutnya, penyebab banyaknya muncul lalat ke permukiman warga itu berasal dari tempat usaha peternakan ayam di sekitar lokasi. “Setiap akan panen ayam satu bulan sekali, kami warga akan merasakan serbuan lalat ini dalam waktu selama seminggu,” ungkapnya.

Isyaf menjelaskan, serangga yang kerap berada di lingkungan kotor itu, menghinggapi sejumlah rumah penduduk. Seperti di halaman rumah, ruang tamu, kamar hingga dapur warga. “Ngeri kalau melihatnya, jika lalat-lalat itu berkerumun tampak menghitam karena jumlahnya cukup banyak sekali yang datang,” sebutnya.

Selain itu, imbuhnya, hal yang ditakutkan warga saat datangnya musim lalat akibat panen ayam adalah membawa bibit penyakit. Apalagi terhadap anak kecil. “Walaupun semaksimal mungkin mengantisipasi dengan memasang kasa nyamuk. Namun, tetap saja masuk. Penyakit yang kami takutkan dan menyerang anak-anak dan bayi yang dalam masa pertumbuhan,” tandasnya.

Isyaf berharap kepada pihak terkait untuk segera menindaklanjutinya.
Sementara itu, Ketua RT 03/RW 01 Yuharmen mengatakan, setiap hari warga harus berurusan dengan lalat.

“Masalah lalat ini sudah lama terjadi dan sangat meresahkan bagi warga dilihat dari banyaknya warga yang melapor. Bahkan sudah ada warga yang jatuh sakit,” katanya.
Yuharmen menyatakan, serbuan lalat ke permukiman warga tersebut datang dari peternakan ayam yang berada di dekat permukiman warga.

“Biasanya lalat ini datang setiap saat akan datang masa panen ayam. Setidaknya, selama sepekan hampir setiap bulan, warga harus berdampingan dengan banyak lalat,” akunya.
Di samping itu, lanjutnya semua warga mengeluhkan keberadaan kandang peternakan ayam yang lokasinya berdampingan dengan permukiman warga. Sehingga, warga menginginkan peternakan itu ditutup.

Ia menambahkan, peternakan ayam di lokasi permukiman warga sudah berdiri sejak lama. “Terdapat ratusan kepala keluarga (KK) yang terdampak dengan adanya peternakan ayam itu sejak dibangun,” tukas Yuharmen.

Sementara itu, pemilik peternakan ayam, Syamsi menjelaskan, usaha peternakan ayam miliknya sudah berdiri sejak tahun 1990-an. Tepatnya 30 tahun silam. Menurutnya, awal dirintis usaha ini belum ada perumahan di kawasan tersebut. Yang ada hanyalah hamparan sawah yang luas. Sehingga makin hari mulai bermunculan perumahan, bahkan kini sudah bersebelahan dengan usaha miliknya.

“Usaha saya ini sudah dirintis sejak lama dan sudah mengantongi izin yang lengkap. Tiba-tiba segelintir orang minta tutup karena persoalan bau dan lalat. Jika dianalisa bukan lalat yang mengejar rumah, tapi rumah yang mengejar lalat, karena rumah semakin mepet ke lokasi peternakan ayam,” terangnya.

Syamsi menuturkan, ada dua usaha peternakan ayam lagi di kawasan tersebut. Namun, hanya usaha miliknya yang terus dipermasalahkan. Dia menduga ada oknum yang mensponsori warga agar usahanya ditutup.

Baca Juga:  Buaya di Sungaisapih Gegerkan Warga

“Sebenarnya saya sudah menjalankan instruksi dari DLH, camat dan lurah dalam membersihkan tempat peternakan ayam secara berkala dengan sistem ramah lingkungan serta juga telah rutin melakukan penyemprotan,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Penataan dan Penegakan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Jasri Desriza, menjelaskan, usaha peternakan ayam yang diprotes oleh warga telah memiliki izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang.

“Lokasi usaha peternakan ayam ini memang dekat dari permukiman warga, secara tata ruang memang tidak dibolehkan. Namun karena telah memiliki izin lengkap, maka kami melayangkan surat ke Wali Kota agar Dinas Pertanian melakukan pembinaan,” jelasnya.

Jasri mengungkapkan data yang diperoleh di lapangan usaha peternakan ayam tersebut telah lebih dahulu hadir dari permukiman warga. Dia juga menyampaikan ada tiga pemilik peternakan ayam lagi di kawasan tersebut.

“Kami sudah serahkan ke Dinas Pertanian untuk dilakukan pembinaan kepada usaha peternakan ayam yang bersangkutan, namun kepada pemilik kandang disarankan juga untuk rutin membersihkan dan penyemprotan agar bau dan lalat tidak ke mana-mana,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat mengatakan, pihaknya sudah melihat langsung ke lokasi peternakan ayam tersebut. Didapatkan informasi bahwa peternakan ayam itu sudah lama beroperasi sebelum adanya permukiman warga.
“Jadi waktu semasa lahan kosong, usaha peternakan ayam tersebut sudah ada juga. Otomatis kalau dilihat kedudukan usaha itu sudah kuat,” kata Syahrial.

Ia menyampaikan saat ini sedang berusaha mencari akar permasalahan yang diprotes oleh warga. Seperti adanya bau dan banyaknya lalat di lokasi peternakan ayam tersebut.
“Jika adanya bau dan lalat kita akan membina kelompok peternak yang bersangkutan, supaya dibersihkan tempatnya dan tidak boleh adanya kotoran yang menumpuk di sana,” ungkapnya.

Syahrial juga menjelaskan, setiap pagi dan sore, usaha peternakan ayam itu harus dibersihkan dengan cara disterilkan. Harus disemprot menggunakan disinfektan supaya bisa menghilangkan bau.

“Kemudian juga lewat pakannya, sebab biasanya pengaruh bau dan kedatangan lalat tergantung pakan yang dimakan oleh peternak yang bersangkutan. Kalau dilihat, ada pakan yang tidak begitu bau setelah mengeluarkan kotoran. Maka dengan itu kami akan melakukan pembinaan cara seperti itu bagi peternak tersebut,” tuturnya.

Ia merinci ada dua solusi yang bisa diterapkan kepada usaha peternakan ayam yang bersangkutan yakni bisa dikurangi bau dan lalat dengan pola makanan yang tepat dan kebersihan usaha diutamakan.

“Kalau bisa, yang mempunyai usaha dianjurkan untuk membuat pagar sekeliling lokasi, jika dimungkinkan dengan anggaran yang ada. Sehingga bau dan lalat tidak merembes ke permukiman warga,” katanya.

Syahrial menambahkan, bahwasanya anjuran yang diberikan kepada usaha peternak ayam bersangkutan tujuannya agar warga sekitar tidak resah dengan kehadiran tempat usaha tersebut.

“Langkah-langkah kita tentu melakukan pembinaan terlebih dahulu, dengan cara baik-baik kepada usaha yang bersangkutan. Jika tidak ditanggapi, maka kami akan menindak lanjutinya,” tukas Syahrial. (r)