60 Persen Sawah Rusak Diterjang Banjir

30
Seorang warga Koto, Kelurahan Teluk Bungus Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung memindahkan barang-barangnya agar tidak terkena lumpur, Kamis (24/9). (IST)

Ratusan hektare sawah rusak tertimbun material lumpur bercampur batu pascabanjir besar melanda Bungus Teluk Kabung, Rabu (23/9). Total kerugian sawah rusak akibat banjir bandang ini, ditaksir mencapai Rp 600 juta.

Untuk diketahui, di Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab) tercatat luas sawah sebanyak 783 hektare. Dimana sekitar 60 persen dari luas sawah tersebut rusak akibat diterjang material banjir.

Salah seorang warga Jurmaini, 52, mengatakan, hujan deras yang terjadi merupakan banjir terbesar yang pernah dialaminya. “Seumur-umur belum pernah kejadian banjir besar di daerah ini. Tingginya lebih kurang satu meter dengan arus yang deras. Saya sangat syok, karena di sini tak pernah kebanjiran,” ujarnya.

Dia mengaku kurang tahu darimana sumber banjirnya, namun yang jelas tiba-tiba air sungai meluber ke luar jalan dengan deras, beserta lumpur yang di bawanya. Lumpurnya setinggi 10 sentimeter.

Hal sama juga dirasakan warga lainnya, Emi Wati, 60. Saat kejadian itu, ia tak berada di rumah, namun ketika diberi kabar bahwa rumahnya terimbas banjir, ia langsung pulang. Ternyata kondisi rumah sudah berantakan. Barang-barang yang ada di rumah hanyut, mesin cuci terendam.

“Saya tinggal dekat dengan sungai, jadi ketika arus besar, air langsung merendam rumah. Bahkan pembatas seng yang saya gunakan untuk menopang agar air sungai tak masuk ke rumah, malah hanyut dibawa arus,” ucapnya.

Lain halnya dengan Juliana, 65. Pondok kecil tempat kedai jualannya roboh terseret air. Sekarang ia terpaksa mengungsi ke tempat lain, karena rumah tersebut sudah terendam lumpur.

“Sudah tak bisa lagi dilewati halaman rumah ini. Jalannya berlumpur, cukup dalam. Saya menunggu ada bantuan saja lagi. Alhamdulillah hari ini (kemarin, red) sudah tiba pemadam kebakaran,” tuturnya.

Baca Juga:  September, UPZ Baznas Semen Padang Salurkan 105 Juta kepada Mustahik

Warga lainnya, Jasniar, 52, mengatakan, pascabanjir kemarin malam, paginya dia langsung menuju sawah yang berada di dekat sungai Mushala Tarbiyatul Ihsan Koto. Ternyata sawah tersebut sudah terendam oleh lumpur. Padi yang berbuah sudah roboh. Diperkirakan petani akan gagal panen, akibat banjir kemarin.

“Kondisi padi warga termasuk sawah saya habis digenangi air. Pagi tadi saya tinjau, lumpur sudah menimbun padi yang sedang berbuah. Ini benar-benar ujian buat kami di Teluk Kabung. Sudah lah rumah direndam banjir dan lumpur, sawah pun juga rusak karena banjir tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Bungus Teluk Kabung M Lathif mengatakan, sawah yang rusak tersebut sebagian dalam kondisi baru ditanam dan sebagian lagi akan dipanen.  ”Sementara angka kerugian di bidang lain seperti bidang peternakan, perumahan, perabot rumah tangga dan tanaman sedang didata di tingkat kelurahan,” imbuhnya.

Setelah pendataan, sambung Lathif, pihaknya akan melaporkan kepada dinas terkait, agar masyarakat terdampak banjir bandang bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Ada enam kelurahan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung terdampak banjir besar. Ada yang rumahnya tertimbun, ada yang terbawa arus air hingga ke pantai, dan tertimpa pohon,” jelasnya.

Selain banjir bandang, peristiwa longsor dan banjir akibat hujan yang mengguyur Kota Padang sejak Rabu siang (23/9), juga terjadi di Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
“Data warga yang terdampak bencana ini masih kami rekap. Saya berharap kepada masyarakat yang terdampak agar sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan ini,” tukas Lathif. (eri/i)