Sampaikan 8 Tuntutan, Demo Sempat Memanas

30
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Sumbar saat menyampaikan 8 tuntutan untuk memajukan pertanian di Sumbar. (IST)

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumbar melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar, kemarin. Aksi tersebut sempat terjadi keributan antara mahasiswa dengan petugas, karena mahasiswa mencoba menerobos masuk ke halaman Kantor Gubernur.

Dalam aksi yang mendapatkan pengawalan ratusan personel Polisi Polresta Padang serta Brimob Polda Sumbar ini, mahasiswa meminta untuk dapat bertemu langsung dengan Geburnur Sumbar Irwan Prayitno. Mereka ingin menyampaikan 8 tuntutan terkait persoalan pertanian di Sumbar.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi,  Arif Siregar mengatakan, mereka membawa 8 tuntutan yang akan disampaikan kepada Gubernur Sumbar. Yakni menuntut Pemprov Sumbar untuk menjamin ketersedian pupuk subsidi dan stabilitas harga bagi petani.
Selanjutnya menuntut Pemprov menuntaskan pendistribusian pupuk secara merata di seluruh daerah di Sumbar, menuntut untuk segera menuntaskan Perda Pengendalian Alih Fungsi Lahan.

Selanjutnya menuntut Pemprov memfasilitasi petani dengan penyuluh pertanian yang berkompeten pada bidangnya, melakukan pemerataan tenaga penyuluh di setiap daerah, mendesak Pemprov untuk menyatakan sikap menolak RUU Cipta Kerja.

Memprioritaskan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat, dan menuntut Gubernur Sumbar periode 2015-2020 untuk menyampaikan kajian dan tuntutan ini kepada Gubernur Sumbar periode selanjutnya.

“Seharusnya tuntutan ini kami sampaikan langsung kepada Gubernur Sumbar, namun hari ini beliau tak kunjung datang untuk datang menemui kami membahas persoalan ini. Ke depan kami akan terus melakukan aksi seperti ini dengan massa yang akan semakin banyak. Sampai adanya kepastian kami bertemu langsung dengan gubernur,” ujarnya.

Baca Juga:  1 Rumah, 4 Petak Kontrakan Terbakar

Arif dan beserta rekannya mengaku kecewa dengan ketidak hadiran gubernur untuk mendengarkan aspirasi mereka. Begitupun tak ada jawaban kemana gubernur, sehingga menganggap bolos.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sumbar Nazwir yang mewakili Pemprov hadir menemui massa untuk menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Sumbar yang tidak bisa hadir di tengah mahasiswa. Dikarenakan adanya agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.

“Mewakili Pak Gubernur saya menyampaikan permohonanan maaf beliau yang tidak bisa hadir. Jika ada yang ingin disampaikan silahkan sampaikan kepada saya yang nantinya akan kami teruskan kepada Pak Gubernur,” ujar Nazwir kepada mahasiswa.

Namun, apa yang disampaikan oleh Nazwir tersebut tidak diindahkan oleh mahasiswa, mereka bersikukuh ingin tetap menyampaikan aspirasi mereka langsung kepada pucuk pimpinan tertinggi di Pemprov Sumbar itu.

“Jika memang itu keinginan mahasiswa, kami akan memfasilitasi agar mahasiswa bisa bertemu untuk beraudiensi dengan gubernur. Silakan masukan suratnya, dan nantinya akan kita atur waktunya agar audiensi itu bisa dilakukan,” ucap Nazwir sembari meninggalkan massa.

Setelah itu situasi sempat memanas. Massa tetap bersikukuh bertemu Gubernur Sumbar. Sehingga mahasiswa sempat bersitegang dengan kepolisian. Lima perwakilan mahasisawa diizinkan masuk membawa spanduk yang  dan memasangkannya di lobi Kantor Gubernur Sumbar.

Sementara itu, Kapolresta Padang AKBP Imran Amir yang ditemui di lokasi mengatakan 160 personel baik dari polresta dan polsek sejajaran  diturunkan untuk pengamanan aksi yang berjalan masih sesuai aturan yang berlaku dalam pelaksanaan aksi unjuk rasa itu.(err)