Bank Nagari-Pemko Padang Luncurkan MaRandang

18
PENYERAHAN: Dirut Bank Nagari, Muhamad Irsyad menyerahkan secara simbolis kredit MaRandang kepada salah satu pedagang yang disaksikan oleh Wali Kota Padang, Hendri Septa.(IST)

Berawal dari maraknya praktik rentenir dan pinjaman online (pinjol) yang menyasar para pedagang maupun pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Bank Nagari bersama Pemko Padang melakukan penandatanganan kerja sama dalam peluncuran kredit super mikro Melawan Rentenir di Ranah Minang (MaRandang) untuk UMKM, Jumat (22/10) di gedung Padang Teater Pasar Raya Padang.

Selain peluncuran program kredit super mikro MaRandang, dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama Co-branding Keluarga Besar Pedagang Kali Lima (KBPKL) dan penyerahan QRIS pedagang UMKM.

Kegiatan tersebut merupakan Business Matching yang merupakan salah satu rangkaian bulan inklusi keuangan yang merupakan program dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2021.

Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhamad Irsyad dalam kesempatan itu mengatakan, seperti diketahui, rentenir memang telah menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan modal mendesak yang serba praktis, mudah, cepat namun sangat mahal.

“Karena tujuan kita adalah untuk melawan keberadaan rentenir, maka tentunya kita harus mampu menciptakan proses kredit dan pembiayaan yang cepat dengan persyaratan yang mudah dan tentunya dengan biaya yang murah,” jelas Irsyad.

Bank Nagari telah memiliki aplikasi Lending Information Support System (LISS) untuk proses persetujuan pinjaman, dan permohonan dapat diajukan melalui N Form secara online sehingga proses dapat lebih cepat.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, kerja sama antara Pemko Padang, Bank Nagari, OJK Sumbar, dan KBPKL pasar Raya merupakan bentuk dukungan dalam mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT) oleh Bank Indonesia (BI).

Baca Juga:  Ketua KAN Syarifuddin: Potensi Kopi di Limau Manis Terbuka Luas

Ia mengungkapkan, sejak pandemi Covid-19 dampak signifikan dirasakan oleh para pedagang dan pelaku UMKM di Kota Padang khususnya di pasar Raya Padang.

Penandatanganan kerja sama dengan Bank Nagari merupakan upaya menyosialisasikan program pemerintah berupa digitalisasi perekonomian.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Yusri mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Padang ada sekitar 10 ribu pedagang di Pasar Raya Padang.

”Kredit MaRandang ini merupakan salah satu program yang digagas oleh OJK bersama Bank Nagari. Program ini ada di seluruh Indonesia,” katanya.

Ia menyebutkan, pemerintah Indonesia pada tahun 2021 ini telah mengalokasikan dana subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yakni Rp 253 triliun.

Kegiatan peluncuran kredit super mikro MaRandang di pasar Raya juga turut dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Dadang Arif Kusuma, Asisten II Pemko Padang, Endrizal, Kepala Disdag Kota Padang, Andree Algamar, Ketua KBPKL Pasar Raya Padang, Idman.

Pemimpin Divisi Kredit Mikro Banking Bank Nagari, Sukardi, Pemimpin Bank Nagari cabang pasar Raya Padang, Syafrizal, pemimpin Divisi Dana dan Treasury, Edrian, dan pemimpin Divisi Pemasaran, Hardi Putra. (adt)