Pemprov Sumbar Usulkan 500 Ribu Ha Untuk Program Perhutanan Sosial

31

Masyarakat bisa memanfaatkan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan dengan skema Perhutanan Sosial, namun ia mengingatkan untuk tidak melakukan perusakan yang bisa berujung pidana.

“Sumbar mengusulkan 500 ribu hektare hutan untuk program Perhutanan Sosial ini dan telah diizinkan seluas 227 ribu hektare. Ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Tapi jangan sekali-kali merusak hutan,” kata gubernur saat meresmikan Masjid Jabal Nur di Bancah Koto Baru, Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Jumat (24/12).

Dalam upaya memberikan kesejahteraan pada masyarakat sekitar hutan melalui Perhutanan Sosial itu, Pemprov Sumbar telah menyediakan puluhan ribu bibit tanaman tua seperti jengkol, manggis dan petai.

Saat peringatan Hari Bela Negara ke-73 lalu, dilakukan penanaman 35 ribu pohon di Perhutanan Sosial. Jumlah itu akan terus ditingkatkan karena targetnya adalah sebanyak-banyaknya.

“Kalau menanam ini hasilnya memang tidak instan. Baru bisa dipanen 15 tahun kemudian. Sebelum itu masyarakat juga bisa memanfaatkan untuk keperluan lain seperti peternakan lebah madu galo-galo.

Baca Juga:  6 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Sekko

Madu menurut Mahyeldi sangat baik untuk kesehatan termasuk madu galo-galo. Selain itu juga bisa menambah penghasilan masyarakat sekitar hutan karena harganya cukup tinggi sekitar Rp100 ribu per 100 mg.

Di rumah dinas gubernur ada lima koloni madu galo-galo yang bisa dipanen tiap minggu. “Generasi muda di sekitar hutan bisa didorong untuk peternakan madu galo-galo ini,” ujarnya.

Terkait masjid yang diresmikan, Mahyeldi berterima kasih atas dukungan PT Semen Padang yang memiliki banyak program untuk masyarakat sekitar. Selain bantuan, PT Semen Padang juga punya CSR dan LAZ untuk membantu masyarakat.

Sementara itu Plt Dirut Semen Padang Asri Muchtar mengatakan Masjid yang dibangun itu adalah bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan masjid ini, masyarakat bisa menunaikan ibadah dengan nyaman dan tepat waktu,” katanya.(*)