Cerita Sopir Bus dan Truk Melewati Jalur Sitinjaulauik

32
Salah seorang sopir kargo dan logistik sedang bersiap mengoperasikan kendaraannya melewati jalur Sitinjaulauik. (IST)

Jalur Sitinjaulauik jelas tak bisa. Bagi sopir bus dan truk, jalur seperti ini tentu saja sangat menantang dan menciptakan banyak cerita. Seperti tanjakan ekstrem, turunan tajam, tikungan maut, jurang yang mengangga di sisi jalan, hingga ancaman longsor dari perbukitan. Seperti apa?

Edison, 57, sopir mobil tangki air menyebut, selama ini jalur Sitinjaulauik dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan lalu lintas. Hal ini dipicu kondisi medan relatif sempit dan berkelok. ”Medan jalan Sitinjaulauik sangat berbeda dengan lainnya. Bila tak hati-hati, bisa celaka. Tak sedikit kecelakaan terjadi di rute ini,” kata Edison kepada Padang Ekspres, Minggu (18/4) lalu.

Menurut dia, sopir truk atau bus yang melewati jalur Sitinjaulauik yang berasal dari luar daerah, harus bisa membuat pertimbangan sebelumnya melewati jalur tersebut. ”Pokoknya, jika baru pertama kali sopir truk bermuatan barang atau bus penumpang yang melewati jalur Sitinjaulauik, maka boleh diperkirakan 90 persen pasti akan kena, kalau tidak gesit,” tuturnya.

Jika hujan datang, tambah dia, jalur Sitinjaulauik sangat berbahaya sekali kalau dilewati. Truk yang dikemudikan sering hilang kendali saat menanjak atau berada di turunan. ”Kalau hujan, tentulah jalannya licin dari yang biasa. Karena tidak aspal, makanya jalur Sitinjaulauik kecenderung lebih mudah aus oleh ban kendaraan. Harus tetap memperhatikan batas kecepatan yang diperbolehkan, karena sangat licin,” bebernya.

Edison mengaku sudah hampir 17 tahun melewati jalur Sitinjaulauik, dirinya selalu meningkatkan kewaspadaan. Dibutuhkan fokus lebih, jika melewati jalur Sitinjaulauik tersebut. ”Sehari itu, saya bisa 6-8 kali bolak balik memuat isi truk. Sejauh ini, saya masih waswas,” terangnya.

Dia mengaku sangat beruntung sekali di jalur Sitinjaulauik selalu ada Petugas Pos Kamling Jalan Raya (PKJR) senantiasa siaga membantu mengarahkan kendaraan. ”Kehadiran PKJR di jalur Sitinjaulauik amat membantu sopir truk dan bus, karena biasanya mereka akan menyetop kendaraan dari arah berlawanan untuk memberi kesempatan kepada pengemudi truk dan bus melibas tanjakan,” tandasnya.

PKJR juga membantu mengganjal ban kendaraan bila ada yang mengalami kesulitan menanjak. ”Setelah ban belakang kendaraan diganjal, barulah kendaraan bisa mencoba ulang menaklukan tanjakan,” imbuhnya.

Biar begitu, dia mengaku pernah mengalami peristiwa dramatis saat melewati jalur Sitinjaulauik. Waktu itu, truk muatan berputar balik (spin) merosot di tanjakan naik turun akibat hujan. ”Karena sudah sempat kena seperti itu, sampai saat ini harus ekstra hati-hati dan waspada ketika melewati jalur Sitinjaulauik,” jelasnya.

Dia sangat mendukung sekali perencanaan pembangunan jembatan layang (flyover) di Sitinjaulauik. ”Jembatan layang itu akan mengurangi turunan dan tanjakan,” sebutnya.
Hal senada juga diutarakan sopir kargo dan logistik, Rido Junaidi, 30. Menurut dia, tanjakan Sitinjaulauik dikenal sangat curam karena memiliki tingkat kemiringan hingga 45 derajat. Pada jalur ini terdapat jalan tikungan dan tanjakan berlika-liku tajam. ”Bagi yang tak biasa melewati jalur Sitinjaulauik, bisa-bisa kendaraan ”kehabisan napas” atau mati mesin di tengah tanjakan,” katanya.

Baca Juga:  Berbagi, KarajoElok.com Sebar Paket Bantuan untuk Disabilitas

Pengemudi yang melewati jalur ini terutama untuk pengemudi pengiriman truk dan kendaraan besar lainnya, tambah Rido, harus tetap berhati-hati dan waspada dengan kondisi sekitar dan kendaraan yang digunakan. ”Jalur Sitinjaulauik ini juga kerap terjadi longsor terutama di musim penghujan. Yang bisa-bisa menyebabkan kecelakaan,” terangnya.

Jika hujan datang, kata Rido, keadaan tersebut membuat ban truk hilang kendali akibat karena licin dan berbahaya bila perjalanan dilakukan dengan terburu-buru dan tanpa pengalaman. ”Jalurnya basah jadi licin. Berbahayanya bisa saat menanjak, turunan dan ditikungan,” tambahnya.

Makanya, Rido harus menunggu hujan reda terlebih dahulu, sebelum melewati rute berbahaya tersebut. ”Selalu ada yang akan menginformasikan mengenai keadaan, apakah boleh dilalui atau harus menunggu terlebih dahulu saat hujan,” ulasnya.

Rute Sitinjau Lauik, imbuhnya, jalur satu-satunya untuk truk pengiriman barang (kargo dan logistik) dari Padang ke Jakarta, begitu sebaliknya. ”Jika keadaan normal perjalanan dari Padang menuju Jakarta atau sebaliknya ditempuh selama lebih kurang 24 jam, namun bila keadaan hujan akan melebihi waktu tersebut,” tuturnya.

Dia juga sudah mendengar rencana pemerintah membangun flyover di kawasan tersebut. ”Jembatan layang yang akan dibangun pemerintah sangat bermanfaat sekali untuk pengendara bus atau truk yang melintas. Membuat lebih lancar akses, dan untuk menghindari terjadinya kecelakaan di jalur Sitinjaulauik,” bebernya.

Sementara itu, sopir pengangkut barang P&D, Indra Gani, 27, mengatakan jalur Sitinjaulauik salah satu jalur yang dikenal berat, angker dan sering terjadi kecelakaan. ”Medan Sitinjaulauik itu sangat sulit dilalui, karena tanjakannya terlalu tinggi dilewati pengangkut muatan berat,” ujar Indra kepada Padang Ekspres.

Sebelum melintas di jalur Sitinjaulauik, Indra yang membawa muatan dengan berat sekitar kurang lebih 10 ton tersebut, memastikan lagi kendaraannya dalam kondisi prima. ”Saya mengecek mesin, tekanan angin ban, dan memastikan rem benar-benar berfungsi. Karena menempuh perjalanan lintas Sumbar melalui jalur Sitinjaulauik itu, harus ekstra hati-hati,” sebutnya.

Berdasarkan pengalaman yang dijumpai selama ini, lanjutnya, kecelakaan justru lebih banyak terjadi pada kendaraan yang berangkat dari Solok menuju Padang karena rem blong.

Sehingga, tak sedikit yang akhirnya berakhir di jurang atau menabrak tebing perbukitan. ”Alhamdulillah, selama ini pengalaman melewati jalur Sitinjaulauik belum pernah mengalami kejadian-kejadian yang tidak diduga. Karena, salah satu kuncinya adalah kesabaran,” paparnya. (randi zulfahli-Padang Ekspres)

Previous articleSurau Tuo Taram, Sarat Cerita Keramat, Simpan Al Quran Tulisan Tangan
Next articleCEO Wardah Salman Subakat Bantu Renovasi Rumah Tidak Layak Huni