Langgar Prokes Didenda Rp 50 Juta

14
Warga yang terjaring operasi yustisi dikumpulkan di halaman Mapolresta Padang untuk didata dan diberi pengarahan, Sabtu malam (24/4/). (IST)

Sebanyak 200 orang tak memakai masker terjaring razia dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan yang digelar tim gabungan Sabtu malam (24/4/). Dalam razia tersebut tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Satpol PP ini menyasar restoran, kafe dan pengendara yang tak memakai masker. Warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan dibawa petugas ke Mapolresta Padang untuk didata.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, tim gabungan beranggotakan 200 personel yang dibagi dalam 4 tim. Empat tim tersebut kemudian menyisiri kawasan Padang Barat, Padang Selatan dan Padang Timur.

Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir mengatakan, pihaknya bersama instansi lainnya akan terus meningkatkan pengawasan protokol kesehatan melalui operasi yustisi.
Dari hasil operasi yustisi tersebut, masih banyak warga Padang melakukan aktivitas berkumpul, namun tidak menggunakan masker. Ini tentunya sangat dikhawatirkan.
“Yang kita khawatirkan adalah munculnya klaster baru di tempat itu terpapar Covid-19,” ujarnya.

Kapolresta berharap penyidik Satpol PP dapat memberikan tindakan tegas bagi pelanggar protokol kesehatan. Begitupun bagi pelaku usaha yang melanggar. “Kami harap, ada sanksi tegas bagi pelaku usaha agar mereka juga bertanggungjawab untuk menyampaikan kepada pengunjungnya untuk mematuhi protokol kesehatan. Dan juga pihak usaha menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Tibum Satpol PP Kota Padang, Edrian Edwar mengatakan, para pelanggar protokol kesehatan ini akan didata melalui aplikasi Sistem Informasi Pelanggar Perda (Sipelada). Dalam aplikasi ini mereka juga akan diketahui berapa kali melakukan pelanggaran.

“Jadi untuk pelanggar protokol kesehatan, mereka akan dimasukkan ke data aplikasi Sipelada. Sistem ini nanti apabila ditemukan lagi atau tertangkap orang yang sama maka akan muncul pemberitahuan sudah dua kali melakukan pelanggaran,” kata Edrian.

Apabila sudah dua kali melakukan pelanggaran protokol kesehatan, maka akan dikenakan sanksi. Adapun sanksi yang diberikan mulai sanksi sosial atau denda hingga Rp150 ribu.
“Seterusnya berlanjut, apabila ditemukan lagi orang yang sama untuk ketiga kalinya, maka akan di-sidang tipiring. Putusan tipiring ada dua, pertama bayar Rp 250 ribu atau kurungan penjara selama tiga hari,” tegasnya.

Baca Juga:  Ini Pilihan Destinasi Wisata di Sumbar yang Buka saat Lebaran

Sampai saat ini, kata Edrian, pihaknya bersama dengan instansi lain yang terus gencar melakukan razia. Dan belum menemukan pelanggar protokol kesehatan melakukan pelanggaran secara berturut-turut.

Edrian mengungkapkan, aturan sanksi ini juga akan berlaku untuk pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Bahkan denda yang diterapkan mencapai puluhan juta.
“Sementara untuk pelaku usaha yang tidak melaksanakan protokol kesehatan sama. Jika sudah dua kali tidak melaksanakan protokol kesehatan akan dilakukan teguran, nanti juga bisa denda mencapai Rp 50 juta. Ancaman terakhir bisa ditutup,” jelasnya.

Ia menambahkan, para pelanggar protokol kesehatan yang terjaring tersebut akan dilakukan tes rapid antigen dan antibodi. Terpisah, Ketua Tim Pengambilan Sampel dari Biddokkes Polda Sumbar, dr. Vina Nofiantomi menyebutkan, para pelanggar protokol kesehatan yang menjalani pemeriksaan tes cepat dinyatakan non-reaktif.

“Pemeriksaan dilakukan dengan dua tahap, tes rapid antigen dan antibodi. Hasilnya non-reaktif semuanya,” katanya. Vina mengungkapkan, apabila para pelanggar protokol kesehatan ada yang reaktif, pihaknya telah mempersiapkan tahap selanjutnya seperti tes swab PCR.

“Untuk ke depan kami (Biddokkes) selalu melakukan ini (bergabung dalam operasi yustisi). Karena angka kasus positif Covid-19 terus meningkat,” tegasnya. Sementara itu, dari data Dinas Kesehatan Kota Padang, per tanggal 24 April 2021 tercatat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 113 kasus.

Sementara kasus suspek di Kota Padang berjumlah 303 kasus (81 kasus dirawat dan 222 kasus isolasi). Sedangkan sisa kasus konfirmasi sebanyak 749 kasus, dimana 436 kasus diantaranya adalah kasus konfirmasi bergejala (110 kasus dirawat, 326 kasus isolasi) dan 313 kasus merupakan kasus konfirmasi tanpa gejala (17 kasus dirawat dan 296 kasus isolasi).

Dengan adanya penambahan sebanyak 113 kasus positif Covid-19 maka total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Padang berjumlah 17.150 kasus.
Untuk kasus sembuh tercatat sebanyak 174 kasus, dengan total kasus sembuh 16.085 kasus. Dan total kasus meninggal dunia 316 orang. (err)

Previous articlePembangunan Flyover Sitinjaulauik, tak Bisa Ditawar-tawar Lagi
Next articleBalap Liar di Sitiung Dibubarkan, Polisi Sita Enam Sepeda Motor