300 Bajaj bakal Beroperasi di Padang

Bajaj Padang. (IST)

Sekitar 300 unit bajaj bakal beroperasi di Kota Padang. Moda transportasi roda tiga tersebut, bakal menyasar rute yang tidak dilalui angkutan kota dan Trans Padang, termasuk rute kawasan wisata.

“Iya betul. Jumlahnya sekitar 300-an unit. Bajaj ini nanti bakal menjadi salah satu angkutan umum dan segera beroperasi untuk daerah-daerah yang tidak terjangkau angkot dan Trans Padang,” ungkap Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, Jovi Atrios kepada Padang Ekspres, kemarin (25/6).

Dia menjelaskan, sebetulnya rencana untuk menghadirkan moda transportasi yang banyak digunakan di Jakarta ini telah lama, sejak akhir tahun 2017. Targetnya, untuk peremajaan becak motor (betor) atau ojek pangkalan, agar beralih menggunakan bajaj ini.
“Karena jika dibandingkan dengan sepeda motor, tingkat keselamatan penumpang bajaj ini lebih tinggi. Sementara sepeda motor, itu kalau terjadi kecelakaan, tingkat fatalitasnya yang lebih tinggi seperti luka-luka, cedera, cacat, atau bahkan meninggal dunia,” terangnya.

Jovi menambahkan, bajaj ini dikelola suatu badan atau koperasi, yang dibentuk oleh gabungan para tukang bentor dan ojek pangkalan. “Nah, koperasi inilah sebagai legalitas atau badan hukumnya. Koperasi ini sedang mengurus perizinan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang,” katanya.

Dinas Perhubungan Kota Padang dalam hal ini, sambungnya, sebagai tim teknis. Pihak DPMPTSP Kota Padang sudah meminta pertimbangan teknis kepada Dinas Perhubungan Kota Padang.

“Pak Kadis Perhubungan sudah menerbitkan dan menyerahkan hasil pertimbangan teknis itu kepada DPMPTSP. DPMPTSP pun sudah menerbitkan surat persetujuan. Belum izin operasi ya, tapi baru persetujuan bahwa memang kuota bajaj yang diajukan itu, setelah melalui pertimbangan, jumlah yang diterima itu sekitar 300 unit. Sekarang kawan-kawan dari koperasi tersebut, sedang melengkapi persyaratan,” paparnya.

Jovi menyebut, selain untuk menyasar daerah yang tidak didukung oleh angkot, bajaj ini nantinya bakal mendukung sarana transportasi pariwisata kawasan Pantai Padang, Kota Tua, dan Pantai Airmanis.

“Bajaj ini juga diharapkan mampu mengurangi kemacetan karena bodinya yang kecil karena tak menghabiskan badan jalan. Di samping itu, dengan kondisi yang kecil ini, juga mampu mengantarkan penumpang sampai ke gang-gang sempit, agar tidak ada kemacetan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, untuk tarif angkutan bajaj ini, sesuai kesepakatan antara penyedia dengan pengguna. Hal ini mengikuti aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat. “Sama dengan angkutan barang yang tidak diatur berapa tarifnya, jadi sesuai kesepakatan antara penumpang dengan penyedia saja,” tukas Jovi. (i)