Unand Dampingi Rumah Tahfiz jadi SD Quran

95

Memperkuat pondasi agama anak sejak kecil, sudah menjadi sebuah keharusan. Terlebih, rentannya anak terjerumus dalam perilaku menyimpang yang bisa mengancam masa depannya. Salah satu sarananya mengoptimalkan keberadaan rumah tahfiz, seperti dilakukan tim pengabdian masyarakat Unand.

Tim pengabdian yang diketuai Dr Syafrawati SKM MComm Health Sc dengan anggota Dr Idral Purnakarya SKM MKM, dr Laila Isrona MSc ini, mengoptimalkan keberadaan rumah tahfiz Baitul Quran di Jalan Berok Raya-Taman Nanggalo No 8 Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Padang. Rumah tahfiz ini berdiri sejak 2016 lalu dan sempat memiliki banyak santri, namun karena beberapa hal rumah tahfiz ini vakum selama 2,5 tahun dan mulai diaktifkan kembali oleh pengurus tahun ini.

Untuk tahap awal dihelat focus group discussion yang dipimpin Dr Idral Purnakarya SKM MKM, Jumat (25/12). FGD ini ditujukan untuk mengeksplorasi kondisi terkini rumah tahfidz Baitul Quran. Rumah tahfiz ini sendiri diketahui memiliki developing education system (DES) sebagai rancangan sistem pembelajaran pada rumah tahfiz Baitul Quran.

DES ini diterjemahkan lebih lanjut dalam enam program educational objectives (POs) di antaranya, memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membaca Al Quran secara benar dan sahih, memiliki pemahaman yang utuh tentang makna Al Quran yang dihafal sesuai pemahaman salaful-saleh dan mampu mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Pembina Yayasan Dr Mukhlidi Muskhir SPd MKom mengatakan, setidaknya ada tiga fokus kegiatan yang dilaksanakan untuk tahun-tahun ke depan. Yakni, penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan penguatan sarana prasarana pembelajaran termasuk sistem informasi pembelajaran.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Agus Suardi Mundur, Putri: Tak Sesuai Hati Nurani Saya

Hal menarik lainnya disampaikan Pembina Yayasan lainnya yaitu Doni Afriandi. Menurut dia, ditargetkan tahun 2022 rumah tahfidz ini dikembangkan menjadi SD Quran dengan kecirian pada program 3 M yaitu menghafal, memahami dan mengamalkan.

“Kami optimistis dengan target ini, mengingat animo masyarakat yang sangat besar untuk kegiatan pendalaman Al Quran ini. Saat ini saja ada tiga pihak yang telah menyerahkan rumah beliau untuk diguna pakai dalam kegiatan rumah tahfiz ini sehingga kami memiliki 3 cabang BQ. Ke depannya, kami berharap mendapatkan tanah waqaf untuk mengembangkan kegiatan belajar mengajar,” tambah beliau.

Pada kesempatan FGD tersebut juga dibahas tentang kegiatan tahfiz camp yang akan dilaksanakan Baitul Quran. Tim pengabdian masyarakat ikut memastikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Oleh karenanya, tim juga memberikan bantuan faceshield, masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan kepada panitia dan peserta.

Selain itu, pemenuhan gizi santri untuk peningkatan imunitas di masa pandemi juga mendapatkan perhatian dari tim pengabdian masyarakat. Tim juga akan hadir pada pelaksanaan tahfiz camp yang sedianya akan dilaksanakan tanggal 29 Desember sampai 1 Januari mendatang guna pendampingan dan sosialisasi protokol Kesehatan kepada panitia dan peserta. (rdo)