Dua Unit Rumah Hangus Terbakar, Satu Keluarga Tinggal di Pengungsian

Ilustrasi.

Dua unit rumah di Jalan Jati II Nomor 54 RT 01 RW 01 Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur hangus terbakar, Sabtu (25/4) sekitar pukul 21.00.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 250 juta. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di lokasi sekitar pukul 13.30, diketahui rumah yang terbakar merupakan rumah semipermanen milik Dasril, 47, dan Artina, 59. Satu dari dua unit rumah tersebut ludes terbakar, sedangkan satu rumah lainnya terbakar sebagian.

Dasril bersama keluarganya terpaksa harus tidur di posko pengungsian sementara di SD Dr Abdullah Ahmad PGAI yang tidak jauh dari lokasi rumahnya yang terbakar. Pemilik rumah bersama warga setempat bahu membahu membersihkan puing-puing sisa kebakaran semalam.

Salah seorang korban kebakaran, Dasril, 47, kepada Padang Ekspres menceritakan, malam saat kejadian itu dia sedang berada di luar rumah, tiba-tiba datang anaknya memberitahu bahwa rumahnya terbakar.

“Untuk kronologis kejadian secara rinci saya kurang tahu. Jadi saya dapat informasi, api berasal dari loteng kamar anak laki-laki saya. Kejadian itu terlihat oleh anak perempuan saya yang paling kecil dan diberitahu kepada istri saya bahwa ada api. Istri saya mengira anak perempuan saya ini memasak, tapi ternyata api berasal di kamar anak laki-laki saya,” ujarnya.

Setelah istrinya melihat ke kamar anak laki-lakinya tersebut, ternyata benar ada kobaran api di loteng kamar. Bara api terjatuh di atas kasur, istrinya berusaha menyiram air ke kasur, tapi tidak bisa padam.

“Sementara kobaran api di bagian loteng terus membesar. Istri saya panik dan terpaksa menyelamatkan diri ke luar rumah,” imbuhnya.

Dasril mengatakan, semua barang berharga di dalam rumah ludes terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan saat peristiwa kebakaran melanda rumahnya. “Yang tersisa hanya pakaian yang melekat di badan,” jelasnya.

Hal serupa diungkapkan korban kebakaran lainnya, Artina, 59. Dia menyebutkan, kobaran api kebakaran berasal dari rumah sebelah yakni milik Dasril.

Dia merinci, ada dua rumah yang terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi Sabtu malam tersebut. “Rumah sebelah yang ludes terbakar, kalau rumah saya cuma sebagian yang terbakar. Barang-barang seperti tempat tidur, lemari, baju-baju hangus terbakar. Total kerugian kurang lebih Rp 50 juta,” imbuh Artina.

Ketua RT setempat, Ermawati Amir menyampaikan, dua rumah yang terbakar tersebut dihuni oleh lima kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 16 orang. “Setelah didata, total kerugian diperkirakan sekitar Rp 250 juta rupiah,” paparnya.

Terpisah, Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang Basril mengungkapkan, pihaknya mengerahkan enam unit armada Damkar saat melakukan pemadam di lokasi kebakaran.

“Yang terbakar rumah kayu satu unit, tapi berdempetan. Ada kedai di sebelahnya terkena dampak kobaran api. Korban jiwa tidak ada, hanya korban harta benda,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kebakaran sempat membuat warga setempat panik karena kobaran apinya sangat besar. “Kesulitan pemadaman akses menuju lokasi kebakaran dan kerumunan warga di lokasi kebakaran. Untuk penyebab kebakaran kami serahkan kepada pihak kepolisian,” tukas Basril. (*)