Membandel saat PSBB, Satpol PP Sita Sejumlah Komputer di Warnet

Petugas Satpol PP Padang menyita dan mengamankan sejumlah peralatan komputer di salah satu warnet di Kota Padang, kemarin. (IST)

Di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Padang dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, masih saja ditemukan oknum masyarakat yang tetap membandel dan tidak mengindahkan kebijakan tersebut.

Buktinya, petugas Satpol PP menemukan warnet yang tetap buka. Akibatnya, petugas langsung menyita dan mengamankan beberapa unit komputer dari salah satu warnet di Jalan S. Parman Padang, Minggu (26/4).

Kasatpol PP Padang, Alfiadi mengatakan masih bukanya warnet di saat PSBB ini diketahui setelah petugas Satpol PP melakukan patroli di seputaran Kota Padang.

Saat melewati lokasi kejadian, petugas melihat beberapa remaja tengah asyik bermain di warnet tersebut. Saat petugas menggerebek, para remaja berhamburan keluar dan lari dari kejaran petugas. “Mereka kita suruh pulang ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Di samping itu, Satpol PP Padang juga mengamankan dan menyita sejumlah peralatan komputer dari warnet tersebut sebagai tindakan tegas karena menyalahi aturan PSBB di Kota Padang.

“Kita juga menyita dan mengamankan peralatan warnet tersebut dan pemilik kita beri surat pemanggilan datang ke Mako untuk dimintai keterangannya,” ungkapnya.

Alfiadi menjelaskan, pemilik warnet yang tidak mengindahkan PSBB dan instruksi Pemko Padang akan di tindak sesuai Perda dan Perwako.

“Pemko Padang terus berupaya untuk melakukan pencegahan. Jadi diharapkan kerja sama semua elemen dan masyarakat Kota Padang untuk mematuhinya,” ucap Alfiadi.

Satu hari sebelumnya Satpol PP Padang juga mengirim sebanyak enam remaja ke Dinas Sosial (Dinsos) Padang. Keenam remaja tersebut terbukti hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Kecamatan Lubukbegalung (Lubeg).

Alfiadi mengatakan, remaja-remaja tersebut sebelumnya diamankan oleh petugas kepolisian dari Polsek Lubeg. Menurut keterangan polisi, keenam remaja itu hendak melakukan aksi tawuran. Makanya pihak kepolisian mengamankan mereka. Selanjutnya barulah diserahkan ke Satpol PP Padang.

Keenam remaja itu setelah didata di Mako Satpol PP, kemudian dikirim ke LPKS Kasih Ibu Dinsos Kota Padang untuk dilakukan pembinaan dan pengarahan lebih lanjut.

“Di tengah pandemi Covid-19 dan bulan puasa, mereka malah melakukan aksi tawuran. Untuk itu kita kirim mereka ke LPKS Kasih Ibu untuk dibina,” jelasnya.

Lebih lanjut Alfiadi mengatakan, kondisi saat ini dengan penyebaran Covid-19, tidak serta merta mengubah kelakuan dari kebanyakan anak remaja di beberapa titik Kota Padang untuk berkumpul di luar rumah yang berujung pada aksi tawuran.

“Oleh Karena itu, kami mengimbau kepada seluruh orangtua agar tidak membiarkan anak-anaknya untuk beraktifitas di luar rumah. Hal ini tentu demi menciptakan keselamatan dan ketentraman di lingkungan kita masing-masing,” ujarnya.

Selain itu dia juga meminta partisipasi semua elemen masyarakat, baik tokoh pemuda, organisasi sosial dan kemasyarakatan serta ninik mamak agar ikut serta mengawasi dan mengedukasi para remaja dan ikut menerapkan PSBB di Kota Padang. (*)