Dampak Pandemi Covid-19, Penduduk Miskin Bertambah 144 Ribu

38
Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi. (net)

Merebaknya virus korona (Covid-19) tiga bulan terakhir menyebabkan penduduk miskin di Kota Padang mengalami peningkatan signifikan. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang mencatat ada penambahan 144 ribu orang penduduk miskin di Kota Padang selama tiga bulan terakhir.

Kepala Dinsos Kota Padang, Afriadi kepada Padang Ekspres mengatakan, penambahan 144 ribu penduduk miskin di Kota Padang terjadi sejak 3 bulan terakhir tepatnya saat merebaknya Covid-19 di Provinsi Sumbar. “Sebanyak 144 ribu penduduk tersebut juga merupakan data yang dihimpun oleh Dinsos Kota Padang yang keseluruhan mereka merasakan dampak dari Covid-19,” ujarnya.

Afriadi menambahkan, penambahan jumlah penduduk miskin di Kota Padang juga disebabkan oleh banyaknya aktivitas pekerjaan yang dipindahkan ke rumah serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah yang berdampak pada dunia usaha. “Mayoritas disebabkan banyak usaha terhenti sejak penerapan PSBB sehingga aktivitas usaha semakin lesu dan muncul penambahan penduduk miskin,” ungkapnya.

Lebih lanjut Afriadi menjelaskan, sebelum merebaknya Covid-19 di Kota Padang, jumlah penduduk miskin di Kota Padang 240 ribu jiwa. Dengan adanya penambahan 144 ribu, maka jumlah saat ini sekitar 384 ribu orang. “Jadi data penduduk miskin sebelum Covid-19 ada sebanyak 240 ribu jiwa. Data itu berdasarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” jelasnya.

Namun ia menuturkan, dengan telah dan sedang diberlakukannya pola hidup baru (PHB) di Kota Padang dengan sedikit melonggarkan aktivitas masyarakat termasuk dunia usaha, bisa kembali meningkatkan perekonomian masyarakat di Kota Padang. “Tapi walaupun penerapan PHB sudah dan sedang dilakukan di Kota Padang, protokol kesehatan Covid-19 harus tetap dilaksanakan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya. (*)