60 Persen Hewan Kurban Didatangkan dari Lampung

Syahrial Kamat

Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat mengatakan kebutuhan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha tahun ini aman dan cukup.

Meskipun begitu, sebagian besar sapi kurban di Kota Padang masih didatangkan dari luar Provinsi Sumbar. Seperti dari Pesisir Selatan, Padangpariaman, Solok, Sijunjung, Lampung dan Kota Padang sendiri. “Namun yang terbanyak itu didrop dari Lampung, jumlahnya sekitar 60 persen,” ucap Syahrial Kamat.

Dia menjelaskan Kota Padang mempunyai populasi sapi 21.000 ekor. Dan untuk kebutuhan sapi kurban rata-rata 7.500 ekor per tahun. “Dengan jumlah kebutuhan hewan kurban itu, saya rasa toke-toke sapi di Padang sudah siap memenuhi kebutuhan hewan kurban,” jelasnya. Syahrial mengatakan, pihaknya akan memperhatikan kualitas hewan kurban tersebut.

Tim dari Dinas Pertanian akan memeriksa persyaratan dan kondisi fisik hewan kurban tersebut. Di antaranya tidak cacat, tidak buta, tidak pincang dan tanduknya tidak patah. Matanya terlihat bersih dan kulitnya mengkilat, tidak diare dan bersuhu normal 36,5-39,5 derajat celcius. Tidak ada keluar darah dari hidung, mata, telinga dan anus. Berumur 2 tahun untuk sapi dan 1 tahun untuk domba. Hal ini ditandai dengan bergantinya gigi. Serta bukan betina produktif.

Syahrial menambahkan, pihaknya akan mengawasi hewan-hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah tersebut. “Hewan-hewan kurban dari luar daerah ini perlu diawasi agar aman dikonsumsi oleh masyarakat,” tuturnya.

Untuk pemeriksaan hewan kurban tersebut, pihaknya sudah membentuk 8 tim yang berjumlah sebanyak 61 orang, terdiri dari dokter hewan, paramedis dan penyuluh. “Mereka ini setiap hari turun ke seluruh kecamatan melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Selain berkonsentrasi di toke-toke penjualan hewan kurban, juga mengawasi hewan-hewan dari luar daerah,” tuturnya.

Meski diakui tidak semua wilayah bisa dijangkau oleh Tim Dinas Pertanian, pihaknya telah menyediakan kontak person yang dapat dihubungi oleh masyarakat atau panitia kurban. Selain itu pihaknya juga sudah mengirim gambar-gambar bagaimana bentuk hati hewan yang mengandung cacing berbahaya, sehingga bisa diantisipasi penularannya ke manusia.

“Jika saat pemotongan hewan kurban nanti ditemukan hal-hal yang mencurigakan di dalam tubuh hewan kurban, panitia dapat menghubungi kontak person tersebut. Nanti akan turun tim pada saat hari H itu,” jelasnya. (eri)