Ilham: Eks Balaikota Padang Jadi Gedung Parkir

Balaikota Padang ini pernah diwacanakan menjadi Heritage Museum.

Memaksimalkan pendapatan daerah di sektor parkir, Pemko Padang akan menjadikan eks Balaikota Padang sebagai gedung parkir.

Hal itu diungkapkan oleh Ilham Maulana di Hotel Inna Muara Padang, Senin (27/7/2020). “Bukittinggi sudah memiliki gedung parkir, kita sebagai ibukota provinsi juga segera memiliki gedung parkir. Pertumbuhan kendaraan makin hari, makin banyak. Tak salah kiranya bekas gedung walikota dimanfaatkan sebagai gedung parkir,” ujar Ilham.

Gedung parkir itu nantinya juga dilengkapi fasilitas terminal untuk angkutan kota. “Kota Padang sudah lama tidak memiliki terminal angkot, oleh karena itu bagian basement gedung parkir tersebut dimanfaatkan untuk terminal angkot dan pedagang,” jelasnya.

Mengantisipasi tingginya kebocoran kas daerah dari sektor perparkiran, Koordinator Komisi II DPRD Padang ini menjelaskan, sektor perparkiran akan dikelola oleh perusda Padang Sejahtera Mandiri (PSM) Kota Padang.

“Masih banyak kebocoran di sektor perparkiran, kami meminta perparkiran dikelola oleh Padang Sejahtera Mandiri (PSM) Kota Padang sebagai pihak ketiga,” tambahnya.

Ilham menambahkan, Komisi II juga akan memanggil pengusaha yang saat ini masih menunggak restribusi pajak. “Pemko Padang meminta penghapusan pajak yang tertunggak, tentu ini sukar dilakukan. Oleh karena itu, Komisi II dalam waktu dekat akan memanggil pengusaha-pengusaha yang pada saat ini pajaknya masih tertunggak,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Padang Syafrial Kani menjelaskan bahwa Kota Padang kehilangan PAD 270 Miliar di sektor tunggakan pajak dan restribusi.

Syafrial Kani meminta Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah menuntaskan persoalan tunggakan tersebut, dan menekankan kepada pengusaha untuk menyelesaikannya. “Kota Padang butuh dana segar,” tutup Syafrizl.

Sejarah Balaikota Padang

Dikutip dari wikipedia.org, Gedung Balai Kota Lama Padang (bahasa Belanda: Gemeentehuis Padang) adalah bangunan berarsitektur kolonial peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang terletak di Jalan M Yamin (sebelumnya Jalan Raaffweg pada masa kolonial Belanda). Letaknya berhadapan dengan Plein van Rome (kini Lapangan Iman Bonjol) dan dikelilingi oleh berbagai pusat perkantoran pemerintahan pada masa kolonial.

Pembangunan gedung ini mulai dilakukan tahun 1931 dan selesai tahun 1936 dengan biaya mencapai f 120.000. Rancangannya dikerjakan oleh Thomas Karsten, seorang arsitek dan perencana wilayah pemukiman dan perkotaan berkebangsaan Belanda dari Amsterdam.

Arsitekturnya menampilkan langgam Art Deco, ditandai dengan bentuk ventilasi, jendela, dan dinding yang dihiasi ornamen. Di sudut bangunan yang berbentuk siku terdapat sebuah menara segi empat yang di ketiga sisinya terdapat jam dinding.

Setelah melewati sejarah panjang, keberadaan balaikota ini menjadi salah satu dari beberapa bangunan peninggalan kolonial Belanda di Padang yang masih bertahan keberadaanya sampai sekarang. Bangunan-bangunan lainnya seperti kantor polisi, tangsi atau penjara yang berada di sebelahnya, kantor pos, rumah bola, kantor telepon, dan bangunan-bangunan penting lainnya di sekitar Plein van Rome hilang tak berbekas dan tergantikan dengan bangunan-bangunan baru.

Meskipun gempa bumi berulang kali melanda Kota Padang, bangunan ini tetap berdiri dengan kokoh. Seiring pemindahan pusat Pemerintahan Kota Padang ke Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, pada 2013, bangunan ini akan dijadikan Heritage Museum, yang akan memuat sejarah panjang Kota Padang dari masa ke masa. (hsn)