Pedestrian Rusak Dihantam Abrasi

RUSAK DIHANTAM ABRASI: Kondisi jalur pedestrian di depan eks Kantor Disparbud Kota Padang yang rusak akibat abrasi.

Abrasi mengancam kawasan pesisir Pantai Padang. Selain Tugu Merpati Perdamaian, jalur pedestrian di depan eks Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang juga rusak akibat abrasi.

Pantauan Padang Ekspres di lokasi, kemarin (26/7) sekitar pukul 10.00, pengikisan pantai oleh gelombang laut membuat sebagian pedestrian yang pernah ada tank baja tipe AMX-13 itu, hancur.

Tampak tanah di bibir pantai pada jalur pedestrian itu terkikis, sehingga membuat prasarananya di sekitar kawasan itu perlahan-lahan rusak. Jika tidak cepat diatasi, kondisi ini akan semakin parah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Arfian kepada Padang Ekspres mengatakan, abrasi di depan eks Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang itu telah terjadi sejak tiga bulan belakangan.

“Kondisinya hingga kini tetap terkena abrasi, kalau memang belum ada penahan gelombang atau batu grip itu akan seperti itu terus. Bahkan kini sudah mulai merusak pedestrian di kawasan itu,” katanya.

Dia menjelaskan, Pemko Padang melalui Dinas PUPR telah merencanakan perbaikan kerusakan prasarana pedestrian akibat abrasi tersebut, dengan cara pemasangan batu krib.

Namun, perbaikan kerusakan itu akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang, lantaran anggaran pekerjaan fisik direfocusing untuk penanganan Covid-19. “Kalau dana dari kita untuk perbaikan fisik memang tidak ada,” ujarnya.

Kendati demikian, sambung Arfian, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Padang atau Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, agar dana perbaikan bisa dianggarkan kembali melalui anggaran perubahan sehingga perbaikan kerusakan bisa segera dikerjakan. “Kalau tidak, dampak dari abrasi ini akan semakin parah,” sebutnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, selain di kawasan tersebut, abrasi juga merusak Tugu Merpati Perdamaian yang berlokasi di kawasan Pantai Muaro Lasak. Namun perbaikannya sudah mulai dikerjakan pihak BWS Sumatera V. (*)