Pesta Pernikahan masih Dibolehkan

244
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Barlius

Meski daerah lain ada yang melarang kembali menggelar pesta pernikahan seiring makin meningkatnya kasus positif Covid-19, namun Pemko Padang tetap membolehkan. Tapi syaratnya yang punya hajat wajib menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Barlius mengatakan, saat ini Pemko Padang masih mengizinkan pesta pernikahan di rumah ataupun di gedung. Namun, pesta pernikahan tersebut wajib menjalankan protokol kesehatan seperti membatasi jumlah tamu undangan yang datang, menggunakan masker dan menerapkan physical distancing.

“Intinya semua perhelatan pernikahan di Kota Padang harus memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Padang,” tegasnya.

Naik 10 Persen
Sementara itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang mencatat terjadi peningkatan sekitar 10 persen angka pernikahan di masa new normal ini. Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Marjanis kepada Padang Ekspres, Rabu (26/8) mengatakan, melonjaknya angka pernikahan disebabkan masyarakat menunda prosesi pernikahan akibat pandemi Covid-19 sekitar 5 bulan ini. “Nah, karena sekarang sudah mulai diizinkan, makanya mereka melakukan prosesi pernikahan,” ungkapnya.

Marjanis menuturkan, peningkatan ini sejalan dengan diizinkannya kembali penyelenggaraan pesta pernikahan oleh Pemko Padang. “Meskipun belum normal, tapi memang ada peningkatan sekitar 5 sampai 10 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, meskipun penyelenggaraan pesta pernikahan dan prosesi perkawinan sudah diizinkan, protokol kesehatan Covid-19 tetap wajib dijalankan sebagai langkah antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  353 Tahun Kota Padang: Geliat Pendidikan, Hidupkan Lagi Mata Pelajaran BAM

Syarat prosesi nikah baik di KUA ataupun di tempat yang dipilih adalah protokol kesehatan seperti pemakaian masker, membatasi jumlah tamu dan membiasakan mencuci tangan.
“Kalau ingin nikah di KUA jumlah orang yang datang harus dibatasi maksimal 10 orang,” jelasnya.

Marjanis menyebutkan, orang yang diperbolehkan untuk mengikuti prosesi nikah di KUA di antaranya penghulu, kedua calon mempelai, kedua orangtua mempelai, dan saksi nikah itu sendiri.

“Intinya adalah keluarga paling dekat dari pasangan calon mempelai yang hanya boleh ikut prosesi nikah. Keluarga besar dan saudara lainnya sebaiknya tidak datang atau menunggu di luar namun tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk prosesi nikah, Marjanis menyarankan agar melaksanakannya di kantor-kantor KUA yang berada di 11 kecamatan di Kota Padang. Menurutnya, selain protokol kesehatan telah diterapkan di masing-masing KUA sebagai antisipasi penyebaran Covid-19, nikah di KUA juga tidak dipungut biaya atau gratis.

“Kalau dilaksanakan di rumah atau di tempat lain, kita semua tidak bisa menjamin apakah protokol kesehatan bisa diterapkan karena kemungkinan terjadinya kerumunan itu ada,” tuturnya. (a)