Karyawan 455 Rumah Makan bakal Diswab

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid. (IST)

Sejumlah pengelola dan karyawan rumah makan, restoran dan kafe mulai menjalani tes swab, kemarin (26/10). Tes swab tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Sumbar tentang kewajiban seluruh pengelola dan karyawan untuk melakukan tes swab.

“Ya, tes swab sudah mulai kita lakukan kemarin di sejumlah Puskemas di Kota Padang,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang, Arfian kepada Padang Ekspres, Senin (26/10).

Dari pendataan, setidaknya ada sekitar 455 unit rumah makan, restoran dan kafe di Kota Padang yang akan melakukan tes swab bagi pengelola dan karyawan mereka.
Jumlah tersebut belum termasuk dengan rumah makan atau tempat usaha yang tidak memiliki tempat atau sistemnya gerobak dan lainnya.

“455 unit itu merupakan rumah makan, restoran, dan kafe yang memiliki tempat. Jadi yang belum terdata akan kami lakukan pendataan ulang agar seluruhnya bisa melakukan tes swab,” ungkapnya.

Untuk mekanisme pengambilan tes swab, pihaknya menyerahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Padang untuk menentukan dimana lokasi pengambilan tes swab. “Kami hanya mendata berapa jumlah restoran, rumah makan dan kafe di Kota Padang yang akan melakukan tes swab. Sementara untuk jumlah karyawan yang di swab atau lokasi tes swab, sepenuhnya ditentukan oleh Dinas Kesehatan Kota Padang,” kata Arfian.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani Hamid mengatakan, saat ini pihaknya baru menerima 5 rumah makan yang sudah mendaftar dan melakukan tes swab.
Sebagian pengelola dan karyawan 5 rumah makan tersebut telah melakukan tes swab di puskesmas-puskemas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Padang.

Baca Juga:  Kapolresta Launching Tim Klewang, Dua Bulan, Ungkap 82 Kasus 3C

“Para pegawai atau karyawan itu mendaftar dulu ke Dinas Kesehatan Kota Padang. Kemudian, mereka akan di tes swab di Puskesmas terdekat dengan tempat tinggal mereka,” jelasnya.

Ferimulyani mengungkapkan, setelah pengelola dan karyawan melakukan tes swab, maka mereka diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah terlebih dahulu sampai hasil tes swab keluar.

“Kami juga meminta kepada pemilik atau pengelola rumah makan, restoran dan kafe agar mendata karyawan mereka yang telah melakukan tes swab dan kemudian diliburkan dahulu sampai hasil tesnya keluar,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ferimulyani juga menyarankan jika hasil swab karyawan positif maka diisolasi di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah daerah. “Kita berharap asrama haji juga sudah bisa digunakan untuk menampung pasien positif yang akan menjalani isolasi nantinya,” tutur Ferimulyani.

Isolasi di asrama haji ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan di lingkungan keluarga. “Supaya tidak terjadi klaster keluarga, maka kita isolasi di tempat lain,” ucapnya.
Lebih lanjut Ferimulyani menyampaikan, tes swab massal tersebut akan terus dilakukan sampai pandemi Covid-19 bisa dikendalikan atau mulai berakhir. “Jadi kalau ditanya sampai kapan targetnya, maka sampai pandemi Covid-19 ini berakhir atau minimal menurun,” tukasnya.

Ferimulyani juga mewanti-wanti para pelaku usaha agar selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun. (a)