Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Optimalisasi Potensi Wakaf

18
OPTIMALISASI WAKAF: Wali Kota Padang Hendri Septa melakukan scan QRIS wakaf secara simbolis di sela-sela kegiatan optimalisasi potensi wakaf, kemarin.(IST)

Potensi wakaf yang dioptimalisasi melalui gerakan-gerakan secara masif akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, wakaf dapat menjadi salah satu solusi dalam membangkitkan perekonomian masyarakat secara mandiri.

Hal itu dikatakan Wali Kota Padang Hendri Septa saat membuka kegiatan Optimalisasi Potensi Wakaf Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Guna Mewujudkan Masyarakat Kota Padang yang Madani di salah satu hotel di Padang, Selasa (26/10).

Menurut Hendri Septa, kegiatan ini akan mempunyai dampak yang positif ke depan dalam menjadikan ekonomi syariah sebagai sektor potensial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kota Padang menuju masyarakat Kota Padang yang madani.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Bagian Perekonomian dan SDA Kota Padang ini. Acara ini sebagai langkah awal dalam menggerakkan ekonomi syariah terutama gerakan wakaf uang receh di Kota Padang,” tutur Hendri Septa.

Lebih lanjut dijelaskan, masyarakat madani dapat diartikan masyarakat yang beradab dalam membangun serta memaknai kehidupan beragama. Artinya segala aspek kehidupan didasari norma dan aturan yang ada di ajaran agama dan kota madani adalah kota yang beradab yang memiliki masyarakat patuh dengan aturan.

Baca Juga:  Gunakan Pakaian Adat Minang, Iskandar Z Lubis Dikira Datuk oleh Ketua DPRD

Maka dari itu, masyarakat madani dengan kota madani merupakan istilah yang tidak boleh terlepas, harus melekat keduanya.

“Berbicara tentang kota madani tidak terlepas pula dari ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi yang berlandaskan prinsip Islam. Sistem ekonomi syariah memberikan manfaat merata dan berkelanjutan bagi setiap elemen dalam perekonomian,” imbuh Wako.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Syahendri Barkah menyampaikan, prinsip ekonomi syariah adalah ukhuwah, tolong menolong dan rasa kepedulian sosial sesama umat.

“Maka filantropi dana sosial keumatan seperti wakaf menjadi salah satu solusi dalam membangkitkan perekonomian masyarakat secara mandiri, sebab potensi wakaf dapat digerakkan untuk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di kota Padang,” jelasnya.

Ia melanjutkan, potensi wakaf dioptimalisasi melalui gerakan wakaf, yang dilaksanakan secara masif bekerja sama dengan Bank Nagari untuk memberikan hasil yang maksimal.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 100 orang peserta, yang terdiri dari unsur DPRD, BI, OJK, pengurus lembaga keuangan, perguruan tinggi, ormas Islam, akademisi, perbankan, OPD, camat, pengurus koperasi syariah, komunitas dan pondok pesantren serta media massa. (eri)