5.431 Pekerja Sudah Dirumahkan dan di-PHK

Ilustrasi PHK. (INTERNET)

Pemko Padang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang mencatat sebanyak 5.431 tenaga kerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat terdampak pandemi korona (Covid-19).

Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja Disnakerin Kota Padang, Muhammad Faizal mengatakan, pihaknya saat ini masih terus mendata warga Kota Padang yang pekerjaannya terdampak karena Covid-19.

“Data yang terkumpul sampai Kamis, (23/4) hingga pukul 16.00, ada 5.431 warga Kota Padang yang telah terdampak. Mulai dari PHK, dirumahkan dan pendapatannya menurun drastis semenjak adanya Covid-19,” kata Muhammad Faizal kepada Padang Ekspres, Senin (27/4).

Dari data tersebut, berasal dari 4.032 tenaga kerja yang dirumahkan dan PHK dan 1.399 Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Padang. “Tenaga kerja yang dirumahkan dan di-PHK itu berasal dari 172 perusahaan dan 511 IKM yang terdampak,” paparnya.

Ia mengatakan, seluruh tenaga kerja yang terdampak berasal dari berbagai sektor pekerjaan. Sebab, pandemi virus korona (Covid-19) sudah mengurangi produktivitas perusahaan atau industri di Kota Padang. “Kita akan terus mendata sampai semuanya terdata 10 ribu tenaga kerja yang PHK dan dirumahkan untuk diberikan anggaran berupa kartu prakerja,” imbuhnya.

Pekerja yang terdampak Covid-19 ini, kata Muhammad Faizal, juga diminta untuk mendaftar ke kartu Prakerja di laman atau website: prakerja.go.id. Karena pemerintah pusat akan menyediakan pelatihan dan insentif bagi mereka yang terdaftar di kartu Prakerja tersebut. “Secara total masing-masing yang terdaftar itu mendapatkan Rp 3.550.000 dari pemerintah pusat yang diatur peruntukannya masing-masing,” sebutnya.

Manfaat tersebut terdiri dari bantuan pelatihan online sebesar Rp 1 juta, insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150 ribu. Saat ini pekerja Kota Padang yang terdampak Covid-19 sudah mulai mengikuti pelatihan online baik itu pendaftaran kartu prakerja gelombang I yang dibuka tanggal 11-16 April maupun gelombang II tanggal 21-23 April 2020 ini.

“Kalau untuk data pekerja terdampak Covid-19 yang mengikuti program kartu prakerja kita belum dapatkan. Itu ada pada PMO (Project Management Officer) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI,” tukasnya. (r)