Sudah 78 Orang Positif Covid-19

Ilustrasi positif Covid-19. (INTERNET)

Kota Padang mencatat peningkatan tertinggi kasus pasien positif Covid-19 sejak ditemukannya pertama kali pada bulan Maret lalu. Pemko Padang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mengonfirmasi tambahan sebanyak 14 kasus baru pasien positif Covid-19, Senin (27/4). Dengan demikian total pasien positif Covid-19 di Kota Padang berjumlah 78 orang.

Kepala Dinkes Padang, Ferimulyani kepada Padang Ekspres mengatakan, 14 kasus pasien positif Covid-19 tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran (FK) Unand dan juga hasil tracking yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Padang.

Dari 14 kasus baru tersebut sebagian berasal dari dua klaster penularan Covid-19 terbanyak di Kota Padang yaitu klaster Pasar Raya Padang dan Pegambiran Kecamatan Lubeg. “Dari 14 kasus baru itu, enam kasus berasal dari kluster Pasar Raya Padang dan dua kasus dari Pegambiran Kecamatan Lubeg. Sisanya merupakan pasien yang memiliki riwayat kontak dengan pasien sebelumnya,” jelasnya.

Ke-14 kasus baru itu merupakan hasil dari tracking yang dilakukan oleh tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Padang. Hal tersebut yang membuat jumlah peningkatan pasien positif Covid-19 cukup signifikan. “Saat ini 14 pasien tersebut ada yang dirawat di rumah sakit rujukan di Kota Padang, isolasi di pusat karantina dan isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya.

Dengan adanya penambahan 14 kasus baru tersebut, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Padang saat ini tercatat 78 kasus. Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan ke-14 pasien positif Covid-19 tersebut yakni wanita ,19, seorang pelajar warga Ampang, terpapar Covid-19 dari orang yang sebelumnya telah terinfeksi. Sekarang dirawat di RS Semen Padang Hospital (SPH).

Wanita, 22, juga seorang pelajar alamat di Ampang. Terinfeksi karena kontak dengan warga yang telah terkonfirmasi positif. Dirawat di RS SPH. Lalu wanita, 11, seroang pelajar alamat di Lubeg, terinfeksi karena kontak dengan orang yang telah dinyatakan positif sebelumnya. Saa ini dirawat di RS SPH.

Wanita, 45, seorang PNS alamat di Parakkarakah. Terinfeksi karena kontak dengan rekan kerja di Pagambiran. Sekrang ini dirawat di RS SPH. Wanita, 57, seorang wiraswasta alamat di Ampang terinfeksi dari orang yang sebelumnya juga telah dinyatakan terinfeksi. Dirawat di RS SPH.

Selanjutnya wanita, 60, seorang IRT alamat di Ampang terinfeksi karena kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif. Dirawat di RS SPH. Wanita, 53, ASN alamat di Banuaran terinfeksi dengan orang yang positif Covid-19. Dirawat di RS SPH.

Kemudian pria, 32, operator di salah satu SD di Lubuklintah. Terinfeksi karena kontak dengan pasien yang telah positif sebelumnya. Dirawat di RS SPH. Wanita, 60, IRT di Mataair. Kontak dengan yang telah terkonfirmasi positif. Dirawat di RS SPH. Kemudian pria, 41, tukang pijit alamat di Kotolalang. Terinfeksi karena kontak (memijit) dengan pasien yang positif. Isolasi mandiri di rumah.

Pria, 59, Ulakkarang, pasien RS Hermina, meninggal dunia. Selanjutnya wanita, 65, seorang guru alamat di Kuranji diduga terinfeksi di Jakarta. Almarhumah pulang dari Jakarta sejak 23 April 2020 dan wafat tanggal 26 April 2020 di RS Unand.

Pria, 49, sopir Grab alamat di Flamboyan, terpapar karena kontak di atas mobil menbawa penumpang yang positif Covid-19. Isolasi mandiri di rumah. Terakhir wanita, 53, pensiunan tenaga kesehatan beralamat di Taruko. Terinfeksi dari anaknya yang pulang dari Bandung, namun anaknya tidak menunjukkan gejala, karena OTG. Dirawat di RSUD Rasyidin.

Dua Meninggal dan Satu Sembuh
Selain terjadinya peningkatan signifikan jumlah pasien positif Covid-19, Dinkes Padang juga mengonfirmasi ada dua pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dan satu pasien sembuh.

Dua pasien yang meninggal dunia tersebut masing-masing berasal dari Kelurahan Ulakkarang Selatan Kecamatan Padang Utara dan Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur.

Sementara itu, Ferimulyani mengatakan, salah seorang pasien yang meninggal dunia tersebut berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sebelumnya dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Padang dan meninggal dunia serta baru diketahui hasil positif hari ini.
Pasien positif yang meninggal tersebut merupakan seorang laki-laki berusia 59 tahun berasal dari Ulakkarang. Namun saat proses penyelenggaraan jenazah dan pemakaman, pihak keluarga memaksa untuk dilakukan di rumah sehingga dilakukan tanpa protap Covid-19.

Menyikapi itu, Ferimulyani mengimbau kepada orang-orang yang berkontak langsung dengan jenazah pasien positif Covid-19 terutama yang menyelenggarakan jenazah, diminta untuk melakukan isolasi mandiri. “Jumlahnya ada 14 orang yang memiliki kontak erat dengan jenazah pasien positif Covid-19 tersebut sehingga kami minta untuk melakukan isolasi mandiri,” ungkapnya.

Ferimulyani menceritakan, pihak keluarga memaksa untuk membawa pulang jenazah dan dimakamkan sendiri. “Mereka tidak mengindahkan imbauan yang telah kami beritahukan,” katanya.

Pihak keluarga pada saat pemakaman jenazah tersebut belum mengetahui hasil apakah jenazah tersebut positif Covid-19 atau tidak. Namun sesuai aturan, penyelenggaraan jenazah PDP harus sesuai dengan protap Covid-19. “Kita meminta jika nantinya ditemukan dan merasakan gejala mirip Covid-19, maka segera melaporkan diri ke petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya,” imbaunya.

Sementara, pihaknya mengonfirmasi adanya penambahan pasien sembuh warga asal Kelurahan Lubukbuaya Kecamatan Kototangah. “Ada satu penambahan pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh, maka total pasien sembuh ada 14 orang,” tuturnya.

Di sisi lain, Feri menyampaikan, berdasarkan data dari situasi terkini perkembangan Covid-19 di Kota Padang, ditemukan terjadinya penurunan jumlah Pelaku Perjalanan Daerah Terjangkit (PPT) Senin 27 April 2020 tercatat 2.975 orang.

“Satu hari sebelumnya jumlah PPT di Kota Padang yaitu mencapai 3.000 orang,” jelasnya.
Hal serupa juga terlihat pada jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Padang yang mana tercatat 145 orang yang satu hari sebelumnya 165 orang.

“Kemudian, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga berkurang dimana saat ini 38 orang dan sebelumnya 47 orang,” ungkapnya.

Namun Feri mengatakan, kondisi terbalik terjadi dalam jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang mengalami peningkatan dimana saat ini berjumlah 112 orang dan satu hari sebelumnya 100 orang. (a/i/r)